Hadirkan “MONOLISYA” di Spensa Kota Batu

Daerah, News, Pendidikan1031 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Siswa masih kesulitan memahami pembelajaran PAI. Kurangnya nilai perilaku dan sikap yang diharapkan dalam pengamalan dikehidupan sehari – hari. Terbatasnya penggunaan media pembelajaran dalam kelas. Rendahnya minat dan motivasi peserta didik untuk belajar PAI.

Guru Spensa Kota Batu, Mamduh Amali SPd menuturkan, “MONOLISYA” (Monopoli Syari’ah) kurangnya nilai prilaku kehidupan sehari-hari. Selain itu menurunnya semangat gotong royong. Dan kurangnya disiplin di lingkungan sekolah, perilaku konsumtif anak muda. Ketidak hormatan terhadap adat dan budaya lokal.

“Kurangnya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,
penyebaran hoaks dan ujaran kebencian lokal. Monopoli syariah merupakan inovasi untuk meningkatkan pemahaman, serta penanaman karakter pada siswa fase C yang berbasis pada PAI,” ucapnya, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, monopoli syariah ini merupakan pengadopsian dari permainan monopoli yang dikemas untuk meningkatkan pemahaman tentang PAI serta penanaman karakter siswa.

“Monopoli syariah adalah bagian dari permainan yang mendukung kurikulum, visi misi sekolah, gencatan penanaman karakter, serta sistem pendidikan nasional. Melakukan evaluasi dan perbaikan dan mengumpulkan umpan balik dari peserta didik dan masakan sejawat,” tandasnya.

Adapun keunggulannya, dapat mengenalkan nilai – nilai keadilan sejak dini. Membangun karakter, jujur dan bertanggung jawab, mengajarkan pentingnya tanggung jawab sosial, membantu sesama. Mendidik siswa untuk menghindari praktik perilaku yang tidak adil, Menumbuhkan sikap disiplin dan kerjasama. Mengajarkan pentingnya keberlanjutan dan etika, membantu mengembangkan pemahaman tentang kebutuhan dan keinginan, meningkatkan rasa syukur dan sabar.

“Tujuan “MONOLISYA” yaitu dapat meningkatkan pemahaman PAl pada siswa. Menanamkan karakter pada siswa, menumbuhkan minat serta motivasi siswa pada pembelajaran PAI. Meningkatkan pembelajaran efektivitas metode sejawat. Mengembangkan pengamalan PAI dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya dengan semangat.

Manfaat program “MONOLISYA” adalah dapat meningkatnya pemahaman PAI siswa melalui permainan monopoli syariah. Tertanamnya karakter baik pada diri peserta didik sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional.

“Tumbuhnya minat serta motivasi siswa pada pembelajaran PAI, melalui menyenangkan dan bermakna. Meningkatnya efektivitas metode pembelajaran yang lebih bervariasi, berkembangnya pengamalan siswa dalam kehidupan sehari – hari yang berbasis Islami,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *