Kementerian Pekerjaan Umum Melalui BBPJN Jawa Timur – Bali Sigap Perbaiki Jalan Nasional Usai Viral Di Medsos

Daerah, News44 Dilihat

Ngawi, sidik nusantara – Menanggapi video di medsos terkait jalan berlubang di Jl. Ngawi – Mantingan yang terjadi pada hari sabtu 17 Januari 2026 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali sigap melaksanakan kegiatan perbaikan jalan yang sempat di protes warga saat jalan nasional rusak parah akibat berlubang. Senin (19/2026).

Chandra Hervin Subandrio, Selaku PPK 2.2 Provinsi Jawa Timur mengatakan Untuk perbaikan kita ada beberapa item ada rekon spot-spot, dan ada rehab mayor atau pengembalian kondisi dahulu dengan kol miling atau mesin pengupas, kemudian nanti di pengembalian kondisi dari aspal yang lama ke aspal yang baru, pengaspanan dua lapis dan kalau untuk rekon kita lakukan kupas perbaikan sampai pondasinya. Selain itu saat ini ada 4 titik kawasan yang dikerjakan, untuk di daerah Ngawi Barat tepatnya di ruas jl. Ngawi – Mantingan, desa kauman, kedung mirip, sambirejo, dan karangbanyu dengan 4 tim yang saat ini memperbaiki jalan berlubang dengan alat kaol miling atau mesin pengupas.

“saat ini kami lakukan perbaikan dengan alat kol miling atau mesin pengupas, yakni kami kupas untuk aspal yang sudah terdebut dan nanti kami ganti dengan aspal yang baru kurang lebih dengan ketebalan 6 cm – 10cm, pelaksanaan ruas jl. Ngawi – mantingan preservasi kurang lebih sepanjang 7 km, namun lokasinya tersebut spot-spot untuk lokasinya, dan untuk ruas Jl. Geneng Maospati penanganan juga preservasi dengan panjang 3,83 km,” Jelasnya

Selain itu Chandra Hervin Subandrio Menambahkan dampak dari kerusakan ini dianggapkan dari cuaca ekstrim yang saat ini terjadi di wilayah Jawa Timur, dan juga yang tidak kalah pentingnya setiap harinya ada kendaraan odol yang melintas di jalur nasional ini.

“kalau untuk kerusakan tersebut, sesuai peraturan yang ada saat ini, kita untuk jalan nasional maksimal kita dengan truk kendaraan yang beban ganda 3 atau MST hanya 10 ton, tapi untuk MST yang ada saat ini lebih dari 10 ton, bahkan ada yang mungkin kisaran 20 sampai 30 ton. Jadi kalau misalnya diperbaiki pun akan kembali rusak kalau dibiarkan terus melintas lagi,” imbuhnya

Kami berharap untuk adanya pengaktifan kembali jembatan timbang di semua lokasi di Provinsi Jawa Timur ini agar untuk mengantisipasi kerusakan dari aspal jalan nasional. (Fir/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *