RSNU Kabupaten Tuban Raih Penghargaan Bintang Empat dari BPJS Kesehatan

Bojonegoro, News194 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan berkesempatan memberikan anugerah penghargaan bintang empat kepada Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Tuban atas capaiannya dalam implementasi Integrasi Sistem Antrean Online, Integrasi Sistem Klaim, Implementasi Elektronik Surat Eligibilitas Peserta (e-SEP), Fingerprint, Integrasi Sistem Antrean Online dan Implementasi Bridging Farmasi pada Jumat (16/02).

Bertempat di aula RSNU Tuban, Edwin yang didampingi oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Sistri Sembodo menyatakan bangga jika antrian online di RSNU tuban sudah dapat dijalankan dengan maksimal. Ia berpendapat dengan menerapkan sistem antrean online pada layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tentunya akan semakin meningkat kualitasnya terutama peserta JKN menjadi serba mudah dan cepat tanpa harus antre lama di rumah sakit.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas dari RSNU Kabupaten Tuban ini yang tentunya telah berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan. Perkembangan zaman di era digital memang dibutuhkan oleh peserta JKN saat akan berobat ke faskes tidak ingin menunggu terlalu lama. Sehingga dengan memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN ini, tentunya cita-cita dari transformasi mutu layanan yang mudah, cepat dan setara dapat diwujudkan,” tutur Edwin.

Edwin juga membuktikan pada peserta JKN yang saat itu datang ke RSNU tuban untuk melakukan pemeriksaan rawat jalan guna memanfaatkan antrean online. Ia menyampaikan jika beberapa pasien yang ia temui telah memanfaatkan antrean online untuk menghindari waktu tunggu saat datang untuk berobat.

“Sudah saya buktikan saat peserta yang mendaftar melalui antrean online tidak perlu lama menunggu di rumah sakit karena ada yang rumahnya agak jauh dari RSNU Kabupaten Tuban dan ada masih bekerja sehingga waktu itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Munculnya nomor antrean di Aplikasi Mobile JKN membuat peserta semakin nyaman karena ternyata layanan JKN mampu menghadirkan kemudahan dan cepat dalam memberikan pelayanan,” cerita Edwin.

Pada kesempatan yang sama, Edwin mewawancarai salah satu pasien yang sedang menunggu dan mengapresiasi penggunaan antrean online yang telah dilakukan oleh sebagian besar pasien yang datang.

“Saya menitipkan agar informasi tentang kemudahan antrean online tidak disimpan sendiri dan dapat disampaikan kepada keluarga, sahabat dan tetangga serta dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelas Edwin.

Selanjutnya pada kesempatan yang sama, Direktur RS NU, Didik Suharsoyo menyampaikan bahwa terkait dengan transformasi Digital RS NU berusaha mengikuti regulasi apapun yg menjadi standarisasi BPJS Kesehatan guna mewujudkan pelayanan JKN yang mudah, cepat dan setara.

“Rumah Sakit NU ini merupakan RS Kelas C. Kami juga dikenal sebagai Rumah Sakit Ramah Anak, Ramah Pekerja, Ramah Komunitas, Ramah Lingkungan dan Ramah Disabilitas. Kemudian untuk mendapatkan itu semua kami satu persatu melakukan Akreditasi dan standarisasi Pelayanan serta juga standarisasi Kepatuhan. Kami banyak sekali mendapat bantuan dan dukungan dari BPJS Kesehatan sehingga kami ada di titik seperti saat ini. Transformasi Digital sebetulnya menjadi salah satu target kinerja kami, dari tahun 2023 kemarin kami mendapatkan tugas mulai dari system informasi RS, bridging Aplikasi sampai dengan cyber security RS dan ternyata dari 10 yang menjadi target kerja kami, semuanya selaras dengan yang menjadi target Transformasi Digital yang menjadi standar dari BPJS Kesehatan,” tukas Didik.

Didik juga menceritakan bahwa untuk Antrean online RS NU berupaya hampir 100 % pemanfaatan antrean online tercpaai dengan terus menjalin kejasama melalui Faskes- faskes di wilayah kecamatan di Kabupaten Tuban saling bahu membahu terkait dengan antrean online dan mobile JKN utk selalu mengedukasi kepada masyarakat.

“Terkait standarisasi waktu tunggu ,Juli 2022 lalu waktu tunggu kami hampir 6 jam dan kami di challenge oleh BPJS Kesehatan agar menjadi 3,5 jam. Kemudian tahun 2023, kami merasakan transformasi digital dengan v-claim, antrean online, dashboard, jadwal operasi lanjut dengan elekronik medical record. Alhamdulillah waktu tunggunya langsung turun menjadi 1 jam. Apalagi ditambah lagi dengan finger print, v-claim, i-care, ini semakin membuat standarisasi waktu tunggu kami semakin stabil. Kami sudah 100 % tercapai electronic medical record, 99 % kehadiran dokter tepat waktu, dan 84 % kepatuhan tercapai. Kami ada 10 loket pendaftaran yg semuanya bisa utk finger print yg berada di masing2 poliklinik. Kami berterima kasih BPJS Kesehatan sudah menjadikan hal ini sebagai standarisasi Transformasi Digital yang ternyata mampu menyelesaikan problema waktu tunggu di RS ini,” terang Didik.

Salah satu peserta JKN Kab Tuban, Anis (37) jmenceritakan telah menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk mendaftar antrean di RS NU Tuban setelah mendapat rujukan dari FKTP.
“Alhamdulillah layanan JKN semakin lama memudahkan peserta, ngga perlu antri lama, jadi bisa dipantau lewat mobile JKN. Semoga keberadaan BPJS Kesehatan bisa berlangsung lama dan membantu masyarakat sampai ke pelosok desa,” tutup Anis. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *