Kapolres Lamongan Hadiri Undangan Kunjungan Kerja Menteri Pertanian RI di Kecamatan Babat dan Kedungpring

Daerah, News, Peristiwa40 Dilihat

Lamongan, Sidik Nusantara – Kapolres Lamongan AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si menghadiri undangan Kunjungan Kerja Menteri Pertanian RI di Desa Terpan Kec. Babat dan Desa Blawirejo Kec. Kedungpring Kab. Lamongan.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Lamongan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Lamongan, Rektor IPB (Institur Pertanian Bogor), Perwakilan Universitas, Forkopimcam Babat dan Kedungpring, Para Petani Desa.

Diawali dengan Peninjauan tempat pompanisasi dan penanaman padi di Desa Terpan Babat, lalu dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bibit padi kepada 5 perwakilan petani.

Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. memberikan sambutan dan pertanyaan terkait pupuk apakah ada masalah serta pemberian solusi permasalahan pupuk.

Selain itu beliau juga memberikan penjelasan tentang program penambahan pupuk sebanyak 2 kali lipat untuk petani.

Setibanya di Desa Blawirejo Kec. Kedungpring beliau meninjau 5 tenda tenant holding company IPB, lalu meninjau olah tanah dan panen padi secara simbolis.

Dalam sambutan Rektor IPB (Institur Pertanian Bogor) Prof. Dr. Arif Satrio, bahwa hari ini bisa mempersembahkan varian varietas Baru, IPB telah menciptakan 116 Varietas dan melaunching varietas IPB 9 Garuda, bibit padi ini bisa di sawah maupun lahan kering.

Dan yang akan di launching kedepan yaitu IPB 11 S, IPB 12 S, IPB 15 S produktifitas lebih rendah dan panennya akan lebih cepat.

Sementara itu Bupati Lamongan menjelaskanjika di Kabupaten Lamongan di Bulan Januari hingga Maret sudah 61% sudah panen.

Menteri Pertanian melanjutkan arahannya bahwa akan swasembada 3 kali di era Presiden Ir. Joko Widodo. Khusus di Kabupaten Lamongan masalah Pupuk akan di tambah 2x lipat.

Kedepan untuk pompa sudah kita siapkan, untuk solusi cepat mengatasi badai Elnino dan untuk pembelian Gabah yang tadinya Rp. 4.000 harus naik menjadi Rp. 6.000.

Semoga dengan dilaksanakan Kunjungan Kerja ini bisa menumbuhkan semangat para petani untuk lebih mengoptimalkan dan menghasilkan padi untuk ketahanan pangan Indonesia. (Wan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *