Launching Penanaman Padi Organik Varietas Unggul Kalapas bersama Gapoktan di Desa Blangsi

Daerah, News, Peristiwa73 Dilihat

LAMONGAN,Sidik Nusantara – Pada hari Sabtu, 15 Juni 2024, Kecamatan Blangsi menjadi saksi pelaksanaan acara penting dalam dunia pertanian, yakni launching penanaman padi organik varietas unggul. Acara yang dihadiri oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lamongan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur Mahrus didampingi Profesor Sudrajat dan Kepala Desa Blangsi serta Gapoktan desa Blangsi, bertujuan untuk mengembangkan pertanian organik di wilayah tersebut.

Acara dimulai pukul 08.00 pagi di area persawahan desa Blangsi, yang didekorasi dengan rapi dan dihadiri oleh para gabungan kelompok petani setempat. Kalapas Lamongan, Mahrus, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya beralih ke pertanian organik demi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Profesor Sudrajat memberikan sosialisasi tentang teknik penanaman padi organik dan keunggulan varietas unggul yang dipilih. Mereka menjelaskan bahwa varietas ini tidak hanya meningkatkan hasil panen tetapi juga ramah lingkungan serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

Setelah penyuluhan, acara dilanjutkan dengan penanaman perdana oleh Kalapas Lamongan dan Kepala Desa beserta beberapa petani. Mereka secara simbolis menanam bibit padi organik varietas unggul di lahan demonstrasi yang telah disiapkan panitia acara. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong begitu kental terasa di tengah-tengah kegiatan ini.

Acara ditutup dengan harapan bahwa penanaman padi organik varietas unggul ini dapat menjadi langkah awal bagi Desa Blangsi dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan dan berkualitas. Para petani juga diberi pelatihan lanjutan untuk mengoptimalkan teknik bercocok tanam organik di masa mendatang.

Dengan semangat yang berkobar, para peserta berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi inisiatif serupa yang dapat mengubah paradigma pertanian menuju keberlanjutan di seluruh wilayah Lamongan. (Wan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *