Sinergi Ekonomi Madiredo: Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Simbol Kemandirian Ekonomi

Daerah, News, Pembangunan19 Dilihat

KABUPATEN MALANG BARAT, Sidik Nusantara – Desa Madiredo, Kecamatan Pujon, terus bersolek meningkatkan infrastruktur ekonomi kerakyatan.Proyek pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih yang menjadi simbol kemandirian ekonomi desa dilaporkan menunjukkan progres signifikan. pengerjaan fisik bangunan telah mencapai tahapan krusial, hingga Kamis (22/1/2026)

Kepala Desa Mudiredo Mahfud.

Kepala Desa Madiredo, Mahfud, menyatakan bahwa pembangunan saat ini fokus pada penyelesaian struktur bangunan. “Alhamdulillah, hingga hari ini progres pembangunan Koperasi Merah Putih sudah mencapai 60 hingga 70 persen. Pemasangan tembok sisi bangunan sudah hampir selesai.

“Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih ini adalah langkah nyata kami untuk memperkuat ekonomi desa. Dengan progres yang sudah menyentuh 70 persen, kami optimis gedung ini segera berfungsi untuk menampung produk UMKM unggulan kita,”tegasnya.

Geliat UMKM dan Potensi Lokal
Selain fokus pada infrastruktur, Mahfud menegaskan bahwa keberadaan koperasi ini nantinya akan menjadi wadah bagi pelaku UMKM di Desa Madiredo yang kian berkembang. Beberapa produk unggulan yang menjadi ikon desa antara lain:
Olahan Minuman: Tonik dari apel dan jeruk.
Camilan Tradisional: Carangmas dan berbagai jenis jenang.

“Masih banyak Produk Olahan Lainnya khas hasil kreativitas warga Desa Mudiredo adalah termasuk UMKM yang bisa dibanggakan,”tuturnya.

Kantor Desa Mudiredo Kabupaten Malang Barat Pujon.

Transformasi Sektor Pertanian
Terkait potensi alam, Madiredo tetap mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan. Namun, terjadi pergeseran pola tanam yang cukup dinamis di wilayah tersebut.

Meskipun peta perkebunan kita bergeser karena masa apel yang hampir habis, semangat bertani warga Madiredo tetap menjadi fondasi utama ekonomi kami.

“Potensi terbesar kami memang di pertanian dan perkebunan. Untuk saat ini, perkebunan apel sudah hampir selesai masa produktivitasnya di beberapa titik, sementara jeruk masih tersisa sekitar 10 persen. Selebihnya, masyarakat mulai beralih ke pertanian tanaman pangan atau hortikultura lainnya,” tambah Mahfud.

Analisis Singkat:
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi distribusi bagi para petani dan pelaku UMKM agar tidak bergantung pada tengkulak, sekaligus memperkuat branding Desa Madiredo sebagai desa produktif di Kabupaten Malang.

Penulis: Arman.

Editor: Akasa Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *