Pemkot Mojokerto Lakukan Asistensi dan Reviu LPPD 2025, Ning Ita Tekankan Perbaikan Kinerja

KOTA MOJOKERTO,Sidik Nusantara – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar kegiatan Asistensi dan Reviu Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025 di Hotel Aston Mojokerto, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini juga menghadirkan secara daring Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah (EKPKD) Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Heriyandi Roni.

Momentum ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus persiapan pelaporan LPPD kepada pemerintah pusat.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa asistensi dan reviu dilakukan untuk mencermati capaian 126 indikator kinerja kunci yang menjadi rapor kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

“Melalui forum ini kita ingin melihat secara objektif sejauh mana capaian kinerja kita. Mana yang sudah baik, mana yang perlu didorong, dan mana yang masih merah sehingga membutuhkan atensi khusus untuk segera diperbaiki,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Ia mengungkapkan, dari hasil evaluasi awal terdapat sembilan indikator kinerja utama yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, menurut Ning Ita, harus segera dianalisis penyebabnya agar dapat dilakukan penyesuaian kebijakan dan program pada tahun 2026.

“Kami tidak ingin kinerja pemerintah daerah mengalami penurunan. Target yang telah disepakati di awal tahun harus optimistis dan capaiannya harus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan asistensi ini bukan sekadar seremoni, melainkan forum strategis untuk memperbaiki kinerja secara nyata. Ia meminta seluruh pejabat dan perangkat daerah mengikuti kegiatan hingga selesai agar hasil asistensi benar-benar berdampak pada peningkatan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita turut menyampaikan tantangan fiskal yang dihadapi daerah pada tahun 2026, khususnya akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Meski demikian, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto untuk tetap menjaga kualitas kinerja dan mendukung program prioritas nasional, termasuk Asta Cita Presiden.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kinerja. Kami berkomitmen mengelola APBD secara efektif agar target pelayanan dasar dan prioritas pembangunan tetap tercapai,” ucapnya.

Menutup kegiatan, Ning Ita berharap asistensi dan reviu LPPD dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk mendorong peningkatan kinerja Pemerintah Kota Mojokerto pada tahun 2026, sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Harapan kami, seluruh indikator kinerja ke depan menunjukkan tren peningkatan yang positif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kota Mojokerto,” tutupnya. (Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *