MAMA DELIA” Hadir di Spensa Murid Lebih Enjoy

Daerah, News, Pendidikan22 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena menjadi dasar berpikir logis, analitis, dan sistematis. Salah satu kompetensi inti dalam matematika adalah kemampuan numerasi, yaitu kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan menafsirkan angka serta informasi kuantitatif dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, kenyataannya, kemampuan numerasi murid, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar, masih rendah. Hal ini terlihat dari hasil Asesmen Nasional dan berbagai evaluasi pembelajaran lainnya, termasuk di SDN Pendem 01 (Spensa), di mana skor numerasi murid kelas 3 masih berada dalam kategori rendah.

Murid Spensa, saat mengikuti MAMA DELIA.

Guru kelas 3 Spensa Kota Batu, Muliani SPd ini menuturkan, berdasarkan permasalahan tersebut, lahirlah inovasi pembelajaran yang disebut MAMA DELIA (Mari Belajar Matematika Dengan Kertas Lipat) yaitu sebuah pendekatan kreatif menggunakan kertas lipat sebagai media konkret untuk memperkenalkan dan memperkuat konsep pecahan kepada siswa.

“Dengan memanfaatkan aktivitas melipat, menggunting, dan menyusun kertas, siswa secara langsung dapat melihat bentuk pecahan, membandingkannya, hingga menemukan pecahan senilai, yang semuanya dilakukan secara aktif dan menyenangkan,” tuturya, Senin (9/3/2026).

Inovasi ini tidak hanya memudahkan siswa memahami materi pecahan, tetapi juga merangsang keterampilan motorik halus, berpikir kritis, kerja sama, dan kreativitas siswa.

“Media kertas lipat bersifat ekonomis, mudah digunakan, dar dapat diakses oleh semua guru, sehingga memungkinkan penerapan secara luas, terutama di sekolah dengan sumber daya terbatas,” ucapnya.

Menurutnya, Program MAMA DELIA sebuah program inovatif untuk meningkatkan pemahaman pecahan melalui media kertas lipat. Alasan Pemilihan Media Kertas Lipat : Bersifat konkret dan mudah dimanipulasi. Murah, mudah didapat, dan dapat digunakan di berbagai kondisi. Murid dapat belajar melalui pengalaman langsung bukan hanya dari simbol.

“Program ini dirancang agar murid, aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Merasakan bahwa matematika menyenangkan dan bermanfaat. Memahami konsep pecahan melalui pengalaman visual dan kinestetik,” tandasnya.

Tujuan program MAMA DELIA ini untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar murid. Media yang menarik mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan antusiasme murid terhadap matematika, memperjelas konsep yang abstrak. Visualisasi menggunakan kertas lipat membantu siswa memahami pecahan sebagai bagian dari keseluruhan yang nyata.

“Meningkatkan pemahaman dan retensi materi, belajar aktif dan menyenangkan membuat siswa lebih mudah mengingat materi. Menciptakan suasana belajar yang positif, pembelajaran yang tidak kaku dan interaktif mendorong siswa untuk lebih aktif bertanya dan berdiskusi,” tegas guru senior ini sembari tersenyum.

Adapun Manfaat dari program MAMA DELIA yaitu, keunggulan media kertas lipat. Visual dan konkret pecahan bisa langsung dilihat dan dibentuk. Murah dan mudah didapatkan. Bisa diakses semua sekolah, termasuk yang minim fasilitas.

“Keunggulan Program Interaktif dan Menyenangkan, aktivitas melipat melibatkan siswa secara langsung. Menguatkan pemahaman konsep, siswa tidak hanya melihat, tapi juga menciptakan sendiri pecahan. Melatih motorik halus, aktivitas lipat meningkatkan koordinasi tangan dan mata. Fleksibel untuk beragam konsep. Bisa digunakan untuk membahas pecahan senilai, perbandingan hingga operasi pecahan dasar. Meningkatkan kreativitas, menggabungkan unsur seni dalam pembelajaran matematika,” paparnya.

Disisi lain, program MAMA DELIA memberikan berbagai manfaat baik bagi siswa, guru, maupun lingkungan sekolah secara umum. Adapun manfaatnya bagi murid, meningkatkan pemahaman konsep pecahan melalui pendekatan konkret dan visual. Meningkatkan motivasi dan minat belajar matematika, khususnya pada materi yang dianggap sulit. Mengembangkan keterampilan motorik halus melalui aktivitas melipat, memotong, dan menempel kertas. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan logis, terutama saat membandingkan dan menyusun pecahan. Melatih kerja sama dan komunikasi, karena banyak kegiatan dilakukan secara berkelompok.

“Menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif yang mudah diterapkan tanpa biaya besar. Membantu guru menyampaikan materi abstrak secara lebih konkret dan bermakna. Menambah variasi metode mengajar untuk menghindari kejenuhan siswa. Mendorong terciptanya iklim pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Menjadi contoh praktik baik (best practice) yang dapat disebarluaskan ke kelas/sekolah lain. Meningkatkan citra sekolah sebagai lembaga yang mendukung inovasi dan numerasi siswa,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *