Dengan JKN, Guna Rasakan Layanan Cepat dan Tepat

Bojonegoro, News895 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Guna Setiawan (41), warga Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban telah lama menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bapak satu orang anak ini terdaftar sebagai seorang Pekerja Penerima Upah (PPU). Pengalaman yang dialaminya pada awal Februari 2026 benar-benar membuka mata hatinya. Ia menyadari pentingnya perlindungan kesehatan. Guna pun mengapresiasi layanan JKN telah dapat memberikan manfaat yang sangat besar.

“Pada tanggal 5 Februari 2026, kondisi tubuh tiba-tiba menurun drastis. Saya mengalami sesak napas secara mendadak. Selain itu disertai rasa dingin yang menusuk hingga membuat tubuh bergetar. Tentunya saya merasa panik dan khawatir. Keluarga segera membawa saya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Perjalanan menuju ke rumah sakit, saya sempat berpikir. Apakah proses administrasi akan terasa ribet, lama, pelayanan cepat dan saya harus segera ditangani. Rasa khawatir mulai membayangi manakala akan memanfaatkan layanan JKN,” cerita Guna, Jumat (06/03).

Sesampainya di IGD, kekhawatiran Guna perlahan sirna. Petugas medis dengan sigap memberikan penanganan. Tak butuh waktu lama, tim kesehatan langsung melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari laboratorium, rontgen, hingga pemeriksaan penunjang lainnya. Semua proses berjalan cepat dan tertata. Guna merasa lebih tenang meski dalam kondisi lemah.

“Dari hasil awal pemeriksaan, dokter menyarankan agar saya menjalani rawat inap. Selanjutnya, enam hari proses perawatan, layanan JKN benar-benar menjadi penyelamat. Selain secara fisik, ternyata juga psikologis. Perawat dan tenaga medis yang bertugas menunjukkan sikap ramah dan penuh empati. Mereka tidak hanya menghampiri sebagai petugas medis, tetapi sebagai manusia yang peduli keselamatan dan kenyamanan pasien. Sangat bersyukur sekali menjadi peserta JKN dan memanfaatkan layanannya,” ungkapnya.

Guna mengatakan jika selama masa rawat inap, ia membuktikan sendiri bagaimana prosedur layanan JKN. Ia mengemukakan jika layanan JKN cepat dan tidak ribet.

“Baru kali ini saya mengakui kehandalan layanan JKN. Kualitasnya yang semakin baik, menambah rasa puas. Saya juga mendapatkan perlakukan yang sama dengan pasien lainnya yang rawat inap. Administrasi yang selama ini sering dianggap rumit ternyata sangat mudah dan efisien. Setiap kali membutuhkan sesuatu, petugas selalu menjelaskan dengan sabar dan memberikan arahan yang jelas. Rasa cemas yang awalnya muncul berubah menjadi rasa syukur yang dalam,” jelasnya dengan bangga.

Selanjutnya, Guna diperbolehkan untuk pulang. Ia merasakan lega karena kondisinya membaik. Guna juga merasakan haru karena layanan JKN mampu memberinya kepuasan.

“Pengalaman ini membuktikan sendiri bahwa anggapan buruk tentang JKN tidak sepenuhnya benar. Saya merasakan sendiri memanfaatkan JKN sangat mudah. Pelayanannya sangat cepat, profesional dan sangat membantu kondisi saya yang saat itu kritis. Melalui pengalaman ini, saya ingin menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan. Selain itu pada tenaga medis rumah sakit yang sudah sangat ramah dan cepat pelayanannya. Apa yang saya alami menjadi bukti bahwa JKN benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat. Biaya pengobatan juga sepenuhnya dijamin. Bagi saya ini adalah anugerah yang tidak ternilai,” terangnya.

Guna pun berpesan pada seluruh masyarakat untuk segera menjadi peserta JKN. Menurutnya, sakit tidak tahu kapan datangnya.

“Untuk siapa pun yang masih ragu atau memiliki anggapan kurang baik tentang BPJS Kesehatan, izinkan saya berbagi kenyataan. Layanan yang saya alami jauh dari kata rumit. Justru sangat mudah, cepat, manusiawi. Kondisi kritis saya benar-benar terbantu. Saya adalah buktinya,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *