Becak Listrik Presiden Prabowo, Harapan Baru Penarik Becak Lansia Bojonegoro

Bojonegoro, News341 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara — Selasa, 10 Maret 2026. Di antara lalu lalang kendaraan dan riuh aktivitas kota di Bojonegoro, tersimpan kisah perjuangan para penarik becak lansia yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup dari kayuhan pedal di jalanan. Di usia yang tak lagi muda, mereka tetap bekerja demi menyambung hidup dan menafkahi keluarga.

Hari itu, harapan baru datang. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyalurkan bantuan 200 unit becak listrik bagi para penarik becak lansia di Bojonegoro. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar kendaraan baru, tetapi juga napas baru untuk terus bertahan di tengah keterbatasan usia dan tenaga.

Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), bantuan pribadi Presiden Peabowo ini dihadirkan agar para lansia yang selama ini mengayuh becak dengan tenaga besar dapat bekerja dengan lebih ringan, aman, dan tetap bermartabat.

Suasana haru terasa ketika becak listrik mulai dijalankan untuk pertama kalinya. Raut wajah para penarik becak yang biasanya tampak lelah kini berubah menjadi senyum penuh syukur. Sebagian dari mereka mencoba mengemudikan becak listrik dengan hati-hati, seolah tak menyangka bahwa pekerjaan yang selama ini begitu berat kini bisa terasa jauh lebih ringan.

Sadikun, salah satu penerima bantuan, adalah potret nyata keteguhan para pekerja lansia. Di usianya yang hampir delapan dekade, ia masih setia menarik becak kayuh yang telah menemaninya bertahun-tahun. Setiap hari ia berkeliling kota mencari penumpang, meski penghasilannya sering kali tidak menentu.

Dalam sehari, ia biasanya hanya membawa pulang sekitar Rp 20.000 hingga Rp 40.000. Namun ia tetap bersyukur karena dari situlah dapur keluarganya tetap bisa mengepul.

Kini, setelah menerima becak listrik, wajah Sadikun tampak lebih lega. Matanya berkaca-kaca saat mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Terima kasih Bapak Prabowo, Pak Bupati, dan Yayasan GSN. Semoga beliau selalu sehat dan diparingi rezeki yang banyak,” ucapnya lirih.

Cerita serupa datang dari Ngadimin. Meski tubuhnya tak lagi sekuat dulu, ia tetap harus bekerja karena menjadi tulang punggung keluarga. Jalanan menanjak sering membuat napasnya terengah, sementara kaki yang mengayuh pedal semakin cepat terasa lelah.
Kini, becak listrik yang ia terima seperti memberi harapan baru.

“Sekarang lebih ringan. Tidak terlalu capek seperti dulu. Saya masih bisa bekerja untuk keluarga,” katanya sambil tersenyum.

Penyaluran becak listrik ini juga diiringi konvoi bersama Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, serta jajaran Forkopimda yang menyusuri sejumlah ruas jalan kota. Suasana kebersamaan terasa hangat, menyatukan para pemimpin daerah dan masyarakat dalam momen yang penuh makna.

Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Prabowo kepada masyarakat Bojonegoro, khususnya para penarik becak lansia yang selama ini menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Ia berharap becak listrik ini dapat dimanfaatkan dengan baik, dirawat dengan penuh tanggung jawab, serta benar-benar membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga para penerima.

“Selain meringankan beban para pengemudi becak, penggunaan becak listrik juga dinilai lebih ramah lingkungan dan berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari transportasi wisata lokal di Bojonegoro”.

Bagi para penarik becak lansia, bantuan ini bukan sekadar alat kerja baru. Lebih dari itu, becak listrik menjadi simbol bahwa perjuangan mereka tidak dilupakan. Bahwa di usia senja, masih ada harapan untuk menjalani hari-hari dengan langkah yang lebih ringan dan hati yang lebih tenang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *