Ngawi, sidik nusantara – Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahan Pangan Dan Pertanian meninjau langsung kegiatan Gerakan Pasar Murah yang digelar di Alun-Alun Ngawi, Rabu (4/3/2026).
Berbagai komoditas strategis dijual dalam kegiatan tersebut dengan selisih subsidi Rp. 1000,- sampai Rp. 10.000,- , antara lain beras medium Rp.12.000/kg, minyak goreng kita Rp. 31.000/2litee, gula pasir Rp. 15.000/kg, telur Rp. 26.000/kg, cabe rawit Rp. 85.000/kg, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah pasaran. “Antusiasme masyarakat tampak tinggi sejak pagi hari, terlihat dari ramainya warga yang memadati lokasi kegiatan dan tidak sampai 2 jam berbagai komoditas habis di serbu masyarakat,” terang Supardi Kepala Dinas Ketahan Pangan Dan Pertanian
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., menyampaikan bahwa gerakan pasar murah ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang hari raya.
“Menjelang Idul Fitri, permintaan bahan pokok biasanya meningkat sehingga berpotensi memicu kenaikan harga. Melalui gerakan pasar murah ini, kami berupaya menjaga ketersediaan stok dan menekan lonjakan harga agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dengan harga yang wajar,” ujar Ony Anwar Harsono.
Supardi menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian inflasi daerah serta bentuk kepedulian pemerintah terhadap daya beli masyarakat. Selain itu dengan adanya Gerakan Pasar Murah ini diharapkan masyarakat Kabupaten Ngawi dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. Pemerintah Kabupaten Ngawi juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di wilayahnya. (Fir/Red)








