Gerakan Tubuhmu Hari Ini “SAHAM” Menjadi Solusi di Spensa

Daerah, News, Pendidikan875 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Di tingkat sekolah, khususnya di lingkungan SDN Pendem 01(Spensa) Kota Batu, terlihat bahwa banyak siswa kurang aktif secara fisik. Kegiatan olahraga masih terbatas pada pelajaran PJOK, sementara kebiasaan sehat seperti senam pagi belum dilakukan secara konsisten. Akibatnya, siswa terlihat kurang bugar dan mudah kelelahan.

Guru Spensa Kota Batu, Yulianti SPd menuturkan, “SAHAM” (Sahabat Senam) adalah gerakan tubuhmu hari ini, maka tubuhmu akan menjagamu di hari tua nanti. Maka di Spensa, masih terlihat rendah semangat siswa dalam kegiatan senam pagi dipicu oleh beberapa kendala utama.

Siswa Spensa saat mengikuti “SAHAM” di pelataran sekolah.

“Pertama, pola gerakan yang monoton dan kurang bervariasi membuat siswa merasa bosan, terutama bila tidak disertai pendampingan musik atau nuansa menarik, sehingga mereka cenderung acuh tak acuh bahkan kurang mengikuti gerakan dengan serius. Selain itu, minimnya motivasi dari bapak/ibu guru sebagai teladan turut memengaruhi antusiasme anak-saat guru tampil datar atau kurang berenergi, secara otomatis semangat siswa pun menurun. Ketiga, keterbatasan fasilitas seperti sistem audio yang kurang layak, lapangan yang sempit, dan tidak adanya variasi media visual memperburuk suasana senam sehingga tidak mampu membangkitkan energi dan kegembiraan siswa,” tuturya, Jumat (13/3/2026).

Lebih jauh, ia katakan, aspek estimasi waktu dan pelaksanaan juga memengaruhi mood siswa. Senam pagi yang dipaksakan dalam jadwal padat tanpa jeda refleksi atau apresiasi instan bisa membuat anak cepat merasa capek dan kurang termotivasi untuk bergairah mengikuti aktivitas.

“Di Spensa, masih terlihat rendah semangat siswa dalam kegiatan senam pagi yang dipicu oleh beberapa kendala utama. Pola gerakan yang monoton dan kurang bervariasi membuat siswa merasa bosan, terutama bila tidak disertai pendampingan musik atau nuansa menarik, sehingga mereka cenderung acuh tak acuh bahkan kurang mengikuti gerakan dengan serius. Selain itu, minimnya motivasi dari bapak/ibu guru sebagai teladan turut memengaruhi antusiasme anak-saat guru tampil datar atau kurang berenergi, secara otomatis semangat siswa pun menurun,” ucapnya.

Siswa Spensa penuh semangat dan antusiasme mengikuti “SAHAM”

Oleh sebab itu, masih ada beberapa kendala lain yaitu keterbatasan fasilitas seperti sistem audio yang kurang layak, lapangan yang sempit, dan tidak adanya variasi media visual memperburuk suasana senam, sehingga tidak mampu membangkitkan energi dan kegembiraan siswa.

“Aspek estimasi waktu dan pelaksanaan juga memengaruhi mood siswa. Senam pagi yang dipaksakan dalam jadwal padat tanpa jeda refleksi atau apresiasi instan bisa membuat anak cepat merasa capek dan kurang termotivasi untuk bergairah mengikuti aktivitas. Tanpa adanya suasana yang riang, pengakuan usaha, atau apresiasi kecil, semangat mengikuti senam pagi sulit tumbuh secara alami,” tandasnya.

Lebih jauh, program “SAHAM” hadir sebagai metode pembaharuan untuk meningkatkan kebiasaan hidup sehat melalui senam pagi bersama. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap minggu dengan melibatkan seluruh siswa, guru, dan staf sekolah.

“Program SAHAM didukung dengan adanya tutor sebaya. Keunggulannya dapat meningkatkan keberhasilan program pemerintah yaitu 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat yang nomor 3 (Berolahraga) dengan menumbuhkan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. Dengan dukungan tutor sebaya dalam SAHAM menjadi lebih efektif, murid lebih semangat, percaya diri, dan memiliki rasa kebersamaan lebih tinggi,” ujarnya.

Kedati demikian, program ini tidak hanya mendongkrak partisipasi dalam olahraga, tetapi juga berpotensi membentuk karakter, kemampuan interpersonal, dan komitmen jangka panjang terhadap gaya hidup aktif.

“Tujuannya, program SAHAM merupakan sebuah inisiatif untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental siswa serta menjaga kebugaran tubuh. Program ini mendukung keberhasilan program pemerintah, yaitu “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya kebiasaan nomor 3: Berolahraga. Melalui kegiatan senam rutin, program ini dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *