Membangun Kebiasaan Siswa Spensa Melalui “BUSBA”

Daerah, News, Pendidikan1052 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Peningkatan penggunaan gawai dan waktu layar yang berlebihan membuat siswa kurang bergerak. Siswa zaman sekarang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain game atau menonton video daripada bermain di luar Kurangnya nilai, perilaku, dan sikap yang diharapkan dalam pengamalan di kehidupan sehari hari.

Guru Spensa Kota Batu, Wildan Ahda Luqmana, S.Or menuturkan, telah hadir “BUSBA” (Bugar Sehat Bahagia) di Spensa siswa lebih merasa nyaman. Dikarenakan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, makanan ringan tinggi gula dan garam, serta minuman manis yang mudah didapat dan sering diiklankan secara massi.

Membangun kebiasaan siswa untuk berolahraga secara rutin dapat meningkatkan kebugaran.

“Di sekolah, pendidikan jasmani sering dianggap mata pelajaran kelas dua dengan waktu yang singkat dan kurangnya variasi aktivitas fisik yang menarik,” tuturnya, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, menurunnya semangat siswa untuk beraktivitas fisik, seringnya siswa mengkonsumsi makanan cepat saji dan minuman manis yang tinggi kalori namun rendah nutrisi.

“Metode pengajaran yang kurang menarik seringkali membuat penjas hanya menjadi rutinitas, bukan sarana efektif untuk meningkatkan kebugaran,” ucapnya.

Meskipun demikian, menurunnya semangat siswa untuk beraktivitas fisik masih seringnya anak-anak mengkonsumsi makanan cepat saji dan minuman manis yang tinggi kalori namun rendah nutrisi.

“Keunggulannya yaitu dapat menumbuhkan jiwa senang berolahraga sejak dini. Membangun karakter, jujur dan bertanggung jawab. Menumbuhkan sikap disiplin dan kerjasama. Membangun kebiasaan siswa untuk berolahraga secara rutin sehingga dapat meningkatkan kebugaran jasmani mencegah berbagai penyakit. Membentuk pola hidup sehat sejak dini melalui pendidikan dan praktik langsung, sehingga kebiasaan ini terbawa hingga akhir hayat,” tandasnya.

Tujuannya, membangun kebiasaan siswa untuk berolahraga secara rutin sehingga dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan mencegah berbagai penyakit. Membentuk pola hidup sehat sejak dini melalui pendidikan dan praktik langsung, sehingga kebiasaan ini terbawa hingga dewasa.

“Menerapkan prinsip kebugaran jasmani dan menunjukan keterampilan dalam permainan tradisional/modifikasi sehingga dapat meningkatkan kebugaran jasmani. Menumbuhkan minat serta motivasi siswa pada pembelajaran PJOK di sekolah. Meningkatkan metode pembelajaran PJOK yang membahagiakan,” paparnya.

Dia tegaskan, manfaat bagi siswa yaitu terbangunnya kebiasaan siswa untuk berolahraga secara rutin sehingga dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan mencegah berbagai penyakit. Terbentuk pola hidup sehat sejak dini melalui pendidikan dan praktik langsung, sehingga kebiasaan ini terbawa hingga dewasa.

“Siswa mampu menerapkan prinsip kebugaran jasmani dan menunjukan keterampilan dalam permainan tradisional/modifikasi, sehingga dapat meningkatkan kebugaran jasmani. Menumbuhkan minat serta motivasi siswa pada pembelajaran PJOK di sekolah. Meningkatkan metode pembelajaran PJOK yang membahagiakan,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *