Jejak Kecil “PULIH DI SEKOLAH” Untuk Masa Depan Siswa

Daerah, News, Pendidikan90 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Kurangnya Kesadaran dari warga sekolah yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga lingkungan sekolah menjadi kotor dan tidak nyaman. Kurangnya pengelolaan sampah yang telah terkumpul tidak selalu diolah dengan baik, misalnya melalui pemilahan atau daur ulang, penggunaan sampah anorganik sekali pakai, seperti tusuk makanan, botol minuman dan plastik, menyebabkan penumpukan sampah yang sulit terurai.

Guru Spensa Kota Batu, Nurido Wahyuningsih SPd menuturkan, “PULIH DI SEKOLAH'” adalah jejak kecil kita, untuk masa depan yang lebih hijau dan bermakna. Metode PULIH memiliki berbagai keunggulan yang mendukung terciptanya budaya peduli lingkungan di sekolah.

Siswa Spensa saat memberikan sampah disungai.

“Menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Kegiatan rutin seperti pemungutan sampah, pemilahan, serta pengelolaan lingkungan membuat area sekolah lebih tertata sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lebih kondusif,” tuturnya, Jumat (13/3/2026

Menurutnya, pembiasaan warga sekolah dalam memilah sampah selain itu, metode PULIH menekankan pembiasaan warga sekolah dalam memilah sampah. Melalui praktik langsung dan kegiatan yang terstruktur, semua warga sekolah dilatih untuk mengenali jenis sampah dan menempatkannya pada tempat yang tepat pembiasaan ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan perilaku ramah lingkungan sejak dini.

“Metode ini juga memiliki keunggulan dalam membantu mengatasi masalah sampah di 2. lingkungan sekolah. Dengan adanya sistem pengelolaan yang jelas, volume sampah dapat dikurangi, sampah organik dapat dimanfaatkan, serta sampah anorganik dapat didaur ulang sehingga tidak menumpuk dan mencemari lingkungan,” ucapnya.

Disampaikan pula, selain aspek kebersihan, metode PULIH turut meningkatkan kreativitas siswa. Siswa diberi kesempatan untuk membuat kerajinan dari barang bekas, merancang poster kampanye lingkungan, hingga merancang kegiatan Inovatif terkait pengelolaan sampah, hal ini membuka ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan keterampilan mereka.

Siswa Spensa tampak antusias dengan kegiatan memberikan sampah disekolah.

“Membentuk generasi yang peduli dan bertanggung jawab, menjaga lingkungan keunggulan lainnya adalah metode PULIH dapat membentuk generasi yang peduli don bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kegiatan yang berkesinambungan dan melibatkan seluruh warga sekolah, tumbuh rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Siswa tidak hanya belajar tentang kebersihan, tetapi juga menghayati nilai-nilai karakter yang penting bagi kehidupan dimasa depan,” ujarnya.

Tujuan program PULIH ini dapat menciptakan lingkungan sekolah bersih dan sehat, sehingga belajar menjadi lebih nyaman. Program PULIH dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman sehingga mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.

“Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta siswa, sejak dini tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Melalui berbagai kegiatan seperti pemilahan sampah, kampanye kebersihan, dan edukasi lingkungan, peserta didik dilatih untuk memiliki perilaku peduli lingkungan yang berkelanjutan,” jelasnya dengan tega.

Selain itu mendukung program sekolah Adiwiyata, program PULIH dirancang untuk mendukung terwujudnya program sekolah Adiwiyata. Dengan membangun budaya peduli lingkungan melalui kegiatan nyata, sekolah semakin mendekati kriteria sekolah berbudaya lingkungan yang berkelanjutan.

“Melalui implementasi program ini, sekolah berupaya menciptakan ekosistem belajar yang ramah lingkungan, melibatkan seluruh warga sekolah dalam menjaga kebersihan, serta berkontribusi aktif dalam pelestarian lingkungan,” tandasnya.

Meskipun demikian, yang program PULIH tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang disiplin dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan rutin seperti pemilahan sampah, jumat bersih, serta kampanye peduli lingkungan, peserta didik dilatih untuk konsisten menjaga kebersihan dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Kebiasaan positif ini diharapkan terbawa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *