Limbah Sampah Menumpuk, Dibuang Liar Dekat Sekolah

Daerah, News, Pendidikan1033 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Sampah yang tidak bertuan, saat ini hadir lagi di sebelah timur stadion Gelora Brantas Kota Batu. Persisnya keberadaan tumpukan sampah tersebut, berada disebelah selatan SMP Negeri 01 Batu, dan sebelah utaranya SMA Negeri 01 Batu, Selasa (10/6/2026).

Koordinator penyapu jalan DLH Kota Batu, Rudi Eko Prasetyo, saat dikonfirmasi di TPS (Tempat Pembuangan Sampah), yang berada disebelah stadion Kota Batu ia mengatakan, terkait dengan pembuangan limah sampah secara liar itu tidak bagus.

Artinya, sampah masih bisa dipilah sebelum dibuang. Sehingga supaya nantinya tidak mengotori atau mencemari lingkungan, masyarakat harus sadar betul akan pentingnya sampah.

“Faktanya setelah kami lihat dilokasi, ternyata limbah sampah tempurung kelapa muda yang dimasukkan karung sampai menumpuk. Jenis sampah ini sebetulnya harus dikelelolah terlebih dahulu oleh pengusaha itu sendiri. Sebenarnya fungsi dari pada limbah sampah tersebut sangat banyak manfaatnya,” ujar Rudi Eko Prasetyo, yang kerap disapa Cak Ngowos ini, sembari tenang.

Disampaikan pula, kelebihan dari pada limbah sampah tempurung kelapa tersebut bisa dapat dimanfaatkan menjadi media tanam untuk bunga hias. Serabutnya bisa menjadi pot bunga, juga sapu dan tempurungnya bisa diolah lagi menjadi manik – manik hiasan, atau cindera mata.

“Limbah sampah yang dibuang sembarangan Ini tentunya, sangat berdampak sekali bagi lingkungan. Artinya disebelah kanan dan kirinya lingkungan pendidikan bisa menjadi kumuh, bau tidak sedap dan dapat mencemari lingkungan, dilihat dengan kasat mata juga tidak elok,” ucapnya dengan sedikit geram.

Dia berharap, masyarakat Kota Batu lebih sadar untuk menjaga terutama kebersihan dilingkungan. Dan saya menghimbau kepada masyarakat, supaya tidak membuang sampah secara liar, seperti limbah sampah, pasir kucing, dan sampah rumah tangga.

“Minimal sampah rumah tangga tersebut, dibuang di TPS masing-masing yang ada di desa dan kelurahan. Sedangkan sampah pasir kucing, minimal dibuang dilahan pribadi dengan cara membuat kubangan, supaya aroma baunya tidak sampai menyebar kemana-mana,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3, Edang Ari Setyaningsih, S.T, M.Si, saat dihubungi lewat WhatsApp nya, terkait sampah yang dibuang liar dipinggir jalan yang persisnya berada dilingkungan pendidikan antara SMP Negeri 01 dan SMA Negeri 01, belum ada jawaban sampai berita ini dilangsir.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *