Kelas Menengah Menentukan Pertumbuhan Ekonomi

Headline, News3 Dilihat

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 menyebutkan, Indonesia hanya meraih pertumbuhan ekonomi yang berkisar 5%. Hasil dari laporan BPS ini pastinya masih sama dengan tahun sebelumnya. Status ini tentunya akan berpengaruh terhadap seluruh daerah di Indonesia tak terkecuali di Bojonegoro dan sekitarnya.

Ini menunjukkan bahwa, perlu adanya kerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita,  agar segera naik kelas dan tidak stagnan. Caranya bagaimana? dari apa yang saya pelajari, hak utama yang harus dilakukan adalah meningkatkan kelompok kelas menengah, karena menurut teori ekonomi makro, kelas menengahlah yang  menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Konsumsi kelompok ini di Indonesia, tumbuh sekitar 12% per tahun sejak 2002

Perlu saya uraikan terlebih dulu bahwa kelompok atau kelas ekonomi menurut klasifikasi hasil riset Bank Dunia adalah sebagai berikut :

Kelas Miskin (Poor)

Kelompok yang hidup dibawah garis kemiskinan nasional atau pendapatannya berkisar            dibawah hingga Rp. 354.000 per orang per bulan.

Kelas Rentan atau Vulrientabte (V)

Kelompok yang hidup di atas garis kemiskinan, tetapi dengan risiko yang tidak dapat diabaikan untuk jatuh miskin, atau antara Rp. 354.000 dan Rp. 532.000 per orang per bulan.

Calon Kelas Menengah atau Asparing Middie Class (AMC).

Kelompok yang tidak lagi hidup dalam kemiskinan atau kerentanan, tetapi yang belum terjamin secara ekonomi, atau antara Rp. 532.000 dan Rp. 1,2 juta per orang per bulan.

Kelas Menengah atau Middle Class (MC)

Kelompok yang aman secara ekonomi dengan sedikit kemungkinan jatuh ke dalam kemiskinan atau kerentanan, atau antra Rp. 1,2 juta dan Rp. 6 juta per orang per bulan.

Kelas Atas atau Upper Class (UC).
Kelompok terkaya yang mengonsumsi lebih dari Rp. 6 juta per orang per bulan.

Untuk itulah diperlukan kebijakan yang mendorong penduduk calon kelas menengah menjadi kelas menengah. “Permintaan dari kelas menengah akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Mereka adalah sumber hampir setengah dari total belanja rumah tangga di Indonesia. Mereka juga berinvestasi lebih untuk model manusia.

Dari Laporan Bank Dunia “Aspiring  : Expanding the Middle Class”, menyebutkan, saat ini ada sekitar 52 juta orang kelas menengah di Indonesia. Pengeluaran rata-rata kelompok ini Rp. 1,2 juta – Rp. 6 juta per bulan setiap orang.

Masih menurut Bank Dunia, harus diciptakan atau lebih banyak menyediakan lapangan kerja untuk membantu masyarakat calon kelas menengah naik kelas menjadi kelas menengah. Pekerjaan yang layak itu harus diperkuat layanan pendidikan dan kesehatan berkualitas. “Untuk meningkatkan jumlah kelas menengah, dibutuhkan reformasi, perbaikan iklim berusaha untuk menciptakan lapangan kerja yang layak dengan berbagai program perlindungannya,”.

Dari data dan informasi yang saya peroleh, banyak usaha yang telah dilakukan untuk meningkatkan populasi penduduk kelas menengah. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kelas menengah yang lebih cepat dibandingkan dengan kelompok lain. Dalam 15 tahun, kelas menengah tumbuh dari 7% menjadi 20% dari jumlah penduduk. “Kendati berbagai program sudah dieksekusi, progresnya perlu dievaluasi terus menerus. Peningkatan kelas menengah dihadapkan pada tantangan pertumbuhan yang lebih inklusif.

Oleh karena itu, diperlukan reformasi kontrak sosial antara pemerintah dan calon penduduk kelas menengah untuk bersama-sama meningkatkan populasi kelas menengah. “Kontrak sosial antara pemerintah dan kelas menengah ini fokus pada kualitas layanan publik, mobilisasi ekonomi, dan perlindungan sosial.

Kontrak sosial dari pemerintah berupa layanan publik berkualitas, perlindungan sosial menyeluruh, dan penciptaan lapangan kerja yang layak. Sebaliknya, kelas menengah mesti berkomitmen membayar pajak, menyumbang pikiran, dan menunjukkan kepedulian. Pendapat saya, kelas menengah adalah pilar pembangunan, pertumbuhan ekonomi yang kuat telah menyebabkan pengurangan kemiskinan secara besar-besaran dan munculnya masyarakat yang makmur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.