BPJS Kesehatan Bojonegoro Kenalkan Layanan Digital Pada Pegawai KPP Pratama Bojonegoro

Bojonegoro, News9 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Guna memberikan pemahaman terhadap kanal layanan yang dihadirkan dalam Program JKN, BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro menyosialisasikan layanan digital, seperti Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), Aplikasi Mobile JKN dan Chat Assistant JKN (CHIKA) di depan 115 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan KPP Pratama Bojonegoro, Selasa (05/07/2022).

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Ndari Cahyaningsih menyampaikan kehadiran inovasi layanan digital seperti Mobile JKN membuat peserta JKN dapat langsung mengakses riwayat kesehatannya, termasuk mengetahui hak dan kewajiban setelah menjadi peserta.

“Layanan digital ini penting sekali untuk dimanfaatkan oleh peserta JKN. Mengingat segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kan rata-rata pekerja, misalkan mau merubah faskes, tidak perlu antre datang ke kantor BPJS Kesehatan. Tinggal mengunduh Mobile JKN dan memilih menu yang dibutuhkan, maka sudah bisa langsung berproses dan tentunya ini akan meningkatkan kepuasan peserta dalam layanan JKN,“ terang Ndari.

Tidak hanya itu, Ndari menambahkan terdapat fitur Kartu JKN Digital pada aplikasi Mobile JKN yang dapat digunakan oleh peserta saat akan mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bermitra BPJS Kesehatan. Dengan adanya berbagai macam fitur pada layanan digital BPJS Kesehatan, diharapkan peserta tidak akan lagi mengalami kendala saat akan mengakses layanan kesehatan.

“Semoga peserta JKN di KPP Pratama Bojonegoro ini sudah mempunyai Mobile JKN di masing-masing ponselnya, agar setiap fitur yang berisikan informasi terbaru dapat langsung diterima,“ ujar Ndari

Salah seorang pegawai KPP Pratama Bojonegoro, Yoppi Irawan (39) mengatakan telah pernah mencoba melakukan perubahan FKTP tempat ia terdaftar melalui Mobile JKN tanpa harus antre di kantor BPJS Kesehatan.

“Karena ada yang mudah kenapa harus dibuat sulit, begitulah kira-kira slogan saya. Jadi setelah di kenalkan ada Mobile JKN, wah ini angin segar, memudahkan dan tidak menyita waktu kerja. Karena tugas pertama di Lombok NTB selama 10 tahun, dan baru pindah ke Bojonegoro, langsung saja saya alihkan FKTP terbaru melalui Mobile JKN,” cerita Yoppi.

Yoppi berharap kedepannya layanan Program JKN dapat lebih ditingkatkan, khususnya dalam hal pengembangan invoasi yang memudahkan peserta mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan Provoder BPJS Kesehatan.

“Harapannya ya semoga yang belum punya kartu JKN segera daftar jadi peserta, agar dapat menikmati kemudahakan layanan digital seperti Mobile JKN,” tutup Yoppi. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.