Pantau Dampak Kenaikan BBM, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Bahan Pokok di Pasar Babat Stabil

Daerah, News319 Dilihat

Lamongan, sidik nusantara – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak berdampak signifikan pada harga bahan pokok. Dari tinjauan yang dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di pasar tradisional Babat, Kabupaten Lamongan, Selasa (6/9/2022) diketahui bahwa harga bahan- bahan pokok masih stabil.

Gubernur yang didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerag (OPD) baik dari Pemprov Jatim maupun Kabupaten Lamongan ini meninjau langsung harga berbagai komoditas pangan di pasar tersebut.

“Kemudian yang ingin kita cek lagi di pasar ini (pasar tradisional Babat) adalah ada kategori volatile food, makanan yang kemungkinan dia rentan terhadap perubahan-perubahan suasana seperti kenaikan BBM seperti sekarang. Telur ada penurunan harga, daging ayam ada kenaikan Rp 4000 diatas HET, bawang merah, bawah putih relatif stabil. Bawang merah ada kenaikan Rp 2000 dari posisi Rp 25000, daging standar Rp 110 ribu,” jelasnya.

Dari hasil pantauan langsung dimana harga bahan bahan pokok masih relative stabil, maka Gubernur Khofifah mengharapkan pada masyarakat khususnya ibu – ibu rumah tangga untuk melakukan manajemen keuangan yang lebih baik lagi. “Yang mereka harus lakukan agak detail. Jadi sekarang ini bagaimana kebutuhan terpenuhi, bukan keinginan. Kalau keinginan bisa banyak, kalau kebutuhan sesuai dengan prioritas,” tegasnya.

Ketika berada di pasar tradisional Babat ini, Gubernur Khofifah yang juga mantan menteri sosial ini membeli berbagai dagangan para pedagang. Mulai dari sayur, buah buahan, jajanan tradisional, bahkan hingga mainan anak anak. Nampak, para pedagang cukup senang bisa bertransaksi langsung dengan orang nomer satu di Pemprov Jatim ini.

Gubernur juga menandaskan bahwa untuk memastikan dampak kenaikan harga BBM terhadap stok pasokan BBM khususnya solar serta dampak terhadap kenaikan harga pangan akan terus berkeliling ke beberapa daerah.

Kita akan keliling terus besama pertamina, ingin memastikan bahwa di titik-titik dimana ada produk PSO terutama untuk nelayan, kita pastikan bahwa akan tersedia stok aman dan distribusinya lancar. Dalam posisi distribusi yang lancar, kami melakukan koordinasi beruntun bersama Pak Kapolda dan Pangdam,” tandasnya.
Dia melanjutkan, dari integrasi kepolisian juga dari TNI maka kebersamaan tersebut akan menjaga proses distribusi BBM supaya lancar sampai tujuan.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, untuk harga bahan pangan, sesuai dengan hasil tinjauan di bersama Gubernur di pasar tradisional Babat diketahui bahwa ada beberapa harga tertentu yang naik dan banyak sekali yang masih stabil.

“Tadi yang kelihatan mencolok adalah kenaikan cabai antara Rp 60 ribu hingga Rp 65 ribu. Sedangkan yang lainnya, kenaikannya ada Rp 1000 – Rp 2000, dan itu masih dalam batas kewajaran,” pungkasnya. (Wan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *