Cegah Aliran Sungai Terhambat, Dinas PU SDA Lamongan Bersihkan Tanaman Enceng Gondok

Daerah, News268 Dilihat

Babat, sidik nusantara – Memasuki musim penghujan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten lamongan mengerahkan alat berat untuk membersihkan tanaman enceng gondok di sejumlah sungai. Hal ini dilakukan agar arus aliran air tidak terhambat oleh rimbunan enceng gondok yang seringkali menimbulkan luapan air pada saat hujan deras.

Aliran sungai yang ada tepi jalan raya Nasional mengalir ke arah Rawa Semando Desa Plaosan perlu di lakukan pengerukan sendiman lumpur yang membuat kali dangkal. Banyaknya enceng gondok yang ada membuat kapasitas tampung air berkurang dan menghambat aliran air menuju Rawa Semando.

“Hasil dari pantauan staf kami, kondisi eceng gondok yang memenuhi badan kali/sungai plaosan tersebut, sudah dalam kondisi sangat mengganggu kelancaran aliran kali/sungai. Sehingga kami melakukan pembersihan di bawah jembatan kali/ sungai itu,” ucap Kades Plaosan, Soeyoto, Jum’at (11/11/2022).

Seperti yang tampak di aliran Sungai Desa plaosan, Kecamatan babat, satu unit alat berat jenis ekskavator digunakan Dinas PU SDA untuk membersihkan eceng gondok yang tampak menghambat arus air di jembatan. Untuk penanganan eceng gondok di saluran sungai plaosan, pihaknya menerjunkan satu alat berat untuk mempercepat proses pembersihan. Ditargetkan selesai dalam sehari.

“Kegiatan yang kami lakukan sejak itu diperkirakan akan mengangkat enceng gondok, sampah, serta ranting-ranting bambu sebanyak kurang lebih 50 kubik, dengan melibatkan satu dump truck guna mengangkut sampah dan tanaman enceng gondok dari sungai tersebut,” terangnya.

Alat berat untuk membersihkan enceng gondok dilakukan karena adanya laporan dari warga sekitar. Selain itu juga berdasarkan hasil inspeksi petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lapangan.

Penanganan Enceng Gondok di sungai-sungai berdasarkan skala prioritas yang ada. Sebab, pihaknya tidak mungkin melakukan penanganan yang sama di seluruh sungai di Kabupaten lamongan karena keterbatasan peralatan dan lainnya.

“Kita dahulukan skala prioritas. Yang dekat jembatan, kita dahulukan. Jangan sampai kawasan disini airnya meluap seperti dulu, dikarenakan akibat sampah dan enceng gondok menyumbat arus aliran sungai plaosan,” jelasnya. (Wan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *