Keluarga Laka Sepeda Saat Gowes Dinpora Tegaskan Tidak Di Wawancarai Wartawan

Bojonegoro, News132 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Beredarnya pemberitaan yang tidak benar tentang korban kecelakaan atas nama Tutik Nurlaily, PNS di Dinas Sosial Pemprov Jatim sangat disayangkan oleh pihak keluarga.

Suami korban, Agus Dwijatma Pramitara, merasa tidak pernah di wawancarai oleh wartawan. Hanya saja, saat itu, kakak iparnya bernama Nursajianto datang bersama seorang pemuda. Pemuda yang tidak diketahui darimana asalnya tersebut, tiba-tiba mengambil foto tanpa izin dan langsung pergi begitu saja.

“Terus terang, saat istri saya terbaring di rumah sakit ada laki-laki muda tiba-tiba masuk ruangan UGD dan mengambil foto tanpa bicara apa-apa,” ujarnya bercerita.

Dia mengatakan, jika setelah itu tiba-tiba ada pemberitaan yang muncul dengan judul dan isi yang hampir semuanya hoaks atau tidak benar.

“Sebenarnya dengan pemberitaan itu kami pihak keluarga merasa dirugikan, tapi Insya Allah sudah memaafkan-lah. Yang namanya wartawan pasti juga ada khilafnya,” ungkap warga Jalan WR Supratman ini.

Pria yang baru saja purna sebagai ASN Kepolisian Resort Bojonegoro tersebut menyampaikan kronologis kecelakaan yang menimpa istrinya saat melakukan kegiatan gowes atau bersepeda oleh Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dinpora) pada Minggu (25/2/2023) lalu.

“Jadi, saat kami bersepeda dan melalui jalan menurun usai tanjakan, Bu Titik atau istri saya ini mengerem sebelah kanan saja. Karena rem sebelah kanan ini untuk ban depan, akhirnya terjungkal dengan sangat keras dan beliau jatuh dengan kepala mendarat duluan di aspal,” paparnya.

Bahkan, dia menegaskan jika rombongan Dinpora yang membantu dan memberi pertolongan pertama pada Bu Titik. Memang terucap jangan ada yang menyentuh, karena posisi Bu Titik sudah dibenahi agar luka tidak tambah parah.

“Tapi itu malah disalah artikan sama orang lain, padahal Pak Anto dari Dinpora itu niatnya membenarkan posisi istri saya. Bahkan, Pak Anto langsung menelfon 119 dan beberapa menit kemudian ambulance datang,” tukasnya.

Setelah ambulance datang, Bu Titik dibawa ke RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo untuk mendapatkan perawatan. Disinipun, menurut dia, pihak RSUD Sosodoro Djatikusumo telah memberikan pelayanan terbaik.

“Istri saya ditangani tiga dokter spesialis sekaligus dan semuanya gratis karena tercover BPJS Kesehatan,” tegasnya.

Terpisah, Humas RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Thomas Jaya, mengungkapkan, jika kronologis pasien saat turun dari ambulance langsung ditangani dengan cepat dan sigap.

“Begitu datang, Bu Titik atau korban laka ini langsung ditangani oleh tiga dokter kompeten sekaligus,” tandasnya.

Thomas menyampaikan, jika hasil CT Scan tidak terdapat pendarahan pada otak namun terdapat luka pada pipi atau wajah sehingga butuh tindakan operasi.

“Dan sudah ditangani dengan baik, bahkan sekarang korban mendapat perawatan di ruang VIP,” pungkasnya. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *