JTB Siapkan Perencanaan Terbaik Jelang Fase Operasi

Bojonegoro, News124 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Guna mencapai hasil terbaik di proyek Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, Subholding Upstream Pertamina, Komisaris Utama bersama manajemen menyiapkan perencanaan menuju fase operasi. Perusahaan memandang penting capaian terbaik pada proyek gas JTB dengan tetap memegang prinsip _compliance_ serta mengutamakan keselamatan.

Demikian dikatakan Komisaris Utama PEPC Taufan Hunneman saat menyampaikan sambutan dalam rangkaian kegiatan Management Walkthrough (MWT) ke lapangan JTB di Ngasem, Bojonegoro, Kamis (16/03/2023). Dalam kunjungan lapangan pertama di tahun 2023 ini, Komisaris Utama PEPC didampingi oleh Anggota Komite Audit dan jajaran manajemen PEPC lainya.

Menurut Taufan, kegiatan tersebut dilakukan agar dapat menampung masukan yang berguna bagi masa depan proses operasi berikutnya. Terlebih, melalui dialog ini akan meningkatkan soliditas tim dalam menghadapi tantangan yang dihadapi. “Dalam forum seperti dialog hari ini, akan muncul pemikiran-pemikiran yang cukup inovatif dan kreatif yang saling mendukung untuk kemajuan bersama,” urainya.

Sementara itu, Sr. Manager Project GPF & PL Eki Primudi mewakili tuan rumah menyampaikan terima kasih kepada jajaran Board of Commisaris (BOC) serta jajaran manajemen yang telah memberikan arahan serta dukungan kepada tim di lapangan.

“Kami tentu berterima kasih atas arahan dan dukungan yang terus diberikan selama ini. Dukungan seperti ini tentunya akan meningkatkan semangat seluruh tim untuk mencapai hasil terbaik,” ungkapnya.

MWT kali ini ini menekankan pada beberapa aspek di JTB untuk _smart landing_ dan _soft landing_ pada fase selanjutnya. Aspek HSSE tentu selalu menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan pekerjaan di seluruh lingkungan PEPC maupun Pertamina Group. HSSE harus menjadi kesadaran yang selalu di pegang oleh seluruh tim dalam meningkatkan produksi.

Dalam kesempatan ini juga didiskusikan hal lain terkait _contingency plan_ untuk produk turunan lainnya selain gas, mengingat JTB juga menghasilkan produk lain seperti asam sulfat dan kondensat yang akan diserap oleh _buyer_. Hal lain yang ditekankan adalah agar seluruh proses bisnis selalu dijalankan dengan memenuhi kaidah dan prinsip _good governance, good corporate_ (GCG). (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *