PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya Dorong UMKM Jatim Naik Kelas

Daerah, News163 Dilihat

Surabaya, sidik nusantara – PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya turut berpartisipasi dan mendorong para pelaku UMKM di Jatim untuk naik kelas melalui seminar UMKM naik kelas, UMKM Go Public, serta launching Klinik UMKM Go Public di Universitas Narotama Surabaya, Selasa (30/5/2023).

Pimpinan Wilayah (Pinwil) XII PT Pegadaian Jatim Mulyono Rekso yang juga menjadi salah satu pemateri dalam seminar itu menyampaikan bahwa Pegadaian juga memiliki produk – produk yang dekat dengan UMKM, seperti produk pembiayaan atau pinjaman serta produk investasi.

“Kredit usaha tidak hanya dilakukan oleh perbankan. Pegadaian menjadi satu – satunya lembaga non- perbankan yang menyalurkan KUR ( Kredit Usaha Rakyat) dengan skema syariah. Artinya ada KUR Super Mikro yang nilainya Rp. 10.000.000,- ke bawah dengan tingkat bunga 3 persen,” Kata Mulyono

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kredit super mikro milik PT Pegadaian dapat memberikan layanan pembukaan akses bagi para pelaku UMKM di Jatim yang belum terakses oleh perbankan.

Kemudian, bagi para UMKM Jatim juga dapat mengajukan investasi emas secara angsuran malelui PT Pegadaian bila memiliki kelebihan dana.

Ia juga menjamin tingkat keamanan dan kualitas produk emas, mengingat kini PT Pegadaian telah memiliki pabrik emas.

“Bagi para UMKM yang punya kelebihan dana bisa mengalokasikan dana untuk pembelian emas di Pegadaian secara angsuran. Kami, Pegadaian juga sudah punya pabrik emas sendiri dibawah naungan usaha PT Galeri24,” Ujarnya

Dalam kesempatan itu, Kanwil XIi Pegadaian Surabaya juga menyediakan layanan pembukaan rekening tabungan emas serta registrasi atau pendaftaran KUR syariah sebanyak 50 orang.

“Promo yang diberikan adalah bebas administrasi sehingga bagi para peminjam UMKM yang pada saat itu melakukan pinjaman KUR SuariahPegadaian bebas biaya. Artinya pinjam Rp. 10 juta juga mendapatkan Rp. 10 juta. Selain itu dalam pembiayaan kredit logam mulia emas juga diadakan diskon atau cashback sebesar Rp. 50 ribu per gram,” sambungnya.

Tak hanya itu, Mulyono juga memberikan apresiasi kepada peserta terpilih berupa logam mulia. Kemudian ia juga berinteraksi dengan nasabah setia PT Pegadaian, Astuti dan Triani yangengaku terbantu ketika memilih Pegadaian dalam pengajuan pembayaran modal usaha serta pembelian emas.

Astuti salah satu nasabah setia Pegadaian yang merasa tertolong dengan pembiayaan yang diberikan Pegadaian untuk membeli mesin pembuat tempe. Begitu juga dengan Triani yang sudah melakukan pembelian emas secara angsuran dua tahun yang lalu bahkan sampai sekarang masih mengangsur, harga emas masih sekitar 800-an sekarang sudah hampir 1 juta,” bebernya

Rektor Universitas Narotama, Arasy Alimudin juga mengajak para pelaku UMKM di Jatim untuk mengikuti perkembangan digitalisasi, sehingga dapat meraih potensi pasar tidak hanya di tingkat propinsi tetapi juga luar negeri.

Ketua pelaksana seminar tersebut sekaligus Kepala Klinik UMKM GonPublic, Jmahadi juga mengajak para industri keuangan untuk bisa mendukun UMKM Jatim go Public melalui skema pendanaan yang bisa dilakukan untuk mendorong UMKM naik kelas.

Seminar ini diikuti oleh para UMKM Jatim dan hadir dalam kesempatan ini adalah Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim, Andromeda Qomariah, Wakil Bupati Sumenep, Khalifah, serta Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. (Guh/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *