Bedah Rumah Wujud Implementasi Kurikulum Merdeka

Pendidikan85 Dilihat

Bedah Rumah Wujud Implementasi Kurikulum Merdeka

Sebagai sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka, SMAN 1 Bojonegoro terus berupaya mengasah minat dan bakat peserta didik dengan berfokus pada pengembangan kompetensi dan karakternya. Kegiatan penguatan profil pelajar Pancasila pun selalu digalakkan agar peserta didik memiliki dimensi spiritual, kepribadian, dan sosial yang kuat.
Salah satu program SMAN 1 Bojonegoro yang menjadi wujud implementasi Kurikulum Merdeka tersebut adalah bedah rumah. Sasaran pertama kegiatan sosial ini adalah rumah milik Sangiun, warga Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Bojonegoro.
“Dana bedah rumah bersumber dari infak siswa setiap hari yang dikumpulkan oleh OSIS/MPK SMAN 1 Bojonegoro. Setiap siswa menyisihkan Rp 500 dari uang sakunya untuk program Smasa Peduli,” terang Kepala SMAN 1 Bojonegoro Sumarmin, M.Pd.
Waka Kesiswaan Aris Yuliantono, S.Pd., M.Pd. memaparkan, penerima program bedah rumah ini harus memenuhi kriteria, yakni rumah tidak layak huni, hidup sebatang kara, dan lahan milik sendiri. Pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pemerintah desa memulai program ini dengan survei hingga menetapkan penerima bantuan.
Bedah rumah ini telah dimulai awal Juni lalu dan kini telah sampai tahap rehab 80 persen. Serah terima kunci rumah akan dilaksanakan pada acara puncak Dies Natalis Ke-75 SMAN 1 Bojonegoro pada 26 Agustus 2023.
Aris menjelaskan, bedah rumah merupakan salah satu agenda Smasa Peduli Sosial. Ide ini muncul ketika era pandemi Covid-19. Di bawah koordinasi Sie II OSIS, sejumlah kegiatan sosial telah dilakukan. “Sebelumnya kami memberikan bantuan kursi roda untuk warga penyandang disabilitas. Kali ini yang dilaksanakan adalah bedah rumah,” ujarnya.
Menurut Ketua OSIS SMAN 1 Bojonegoro Muhammad Alfarezel, donasi ini dikumpulan dari masing-masing kelas setiap hari Jumat di ruang OSIS sejak dua tahun terakhir. Untuk memastikan keamanannya, dana yang terkumpul kemudian diamankan di rekening Smasa Peduli Sosial di sebuah bank. “Aktivitas ini selalu dipantau oleh Bapak Waka Kesiswaan dan Pembina Sie II Bapak Thoriq Aji Silmi,” paparnya.
Rehab rumah tidak layak huni (RTLH) ini akan dilanjutkan untuk menguatkan jiwa sosial para siswa. Dia berharap kegiatan Smasa Peduli ini terus berkembang sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.
Pemilik rumah, Sangiun, merasa sangat bersyukur atas bantuan ini. Rumahnya kini lebih nyaman dan layak huni. “Terima kasih kepada SMAN 1 Bojonegoro yang telah memilih rumah kami untuk program bedah rumah. Semoga Allah membalas budi baik Bapak/Ibu guru dan para siswanya dengan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno, S.Pd., M.M. mengapresiasi aksi nyata siswa SMAN 1 Bojonegoro ini. “Ini sangat istimewa. Upaya berbagi dengan sesama ini merupakan perwujudan profil pendidik dan pelajar Pancasila. Jadi, profil Pancasila yang menjadi ciri khas Kurikulum Merdeka saat ini menurut saya bukan hanya pada siswanya, melainkan juga pendidiknya,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Pengawas Pembina SMAN 1 Bojonegoro Dr. Agus Huda, S.Pd., M,Pd. Menurut dia, bedah rumah ini merupakan salah satu contoh perwujudan implementasi Kurikulum Merdeka. Terbukti para siswa SMAN 1 Bojonegoro telah menerapkan dimensi gotong royong, bernalar kritis, dan berkebinekaan global.
“Bedah rumah adalah langkah yang positif. Manajemen sekolah mampu menggerakkan siswa untuk melakukan hal sebaik ini. Kegiatan ini mencerminkan bahwa para guru sudah berada di track pembelajaran yang tepat,” paparnya.
Dukungan juga diberikan oleh pengurus Komite SMAN 1 Bojonegoro Drs. Nurali. Menurut dia, program ini merupakan salah satu perwujudan karakter mulia yang harus dimiliki para siswa, yaitu kepedulian sosial dan membantu sesama. “Selamat kepada OSIS SMAN 1 Bojonegoro. Teruslah berkarya dan menyebarkan pengaruh positif,” ucapnya.
Sumarmin memaparkan, kegiatan sosial adalah salah satu upaya SMAN 1 Bojonegoro agar para siswa tidak hanya mengasah kompetensi kognitif dan psikomotorik, melainkan juga menguatkan karakter dan kepekaan sosialnya.
Sementara itu, tentang prestasi, hampir tiap pekan para siswa SMAN 1 Bojonegoro meraih gelar juara. Di bidang akademik, prestasi terbaru antara lain, Faramufida Fricha (XII MIPA 3) mendapatkan medali emas bidang Kimia dalam Kompetisi Olimpiade Sains dan Kedokteran, Nur Azizah Eka Marlinda Juwita (XII MIPA 3) yang merebut medali emas bidang Biologi dalam Olimpiade Sains dan Statistika Indonesia.
Masih dari ajang olimpiade, ada Deswita Dwi Nuraeni (XI-4) yang mempersembahkan medali emas bidang Sejarah dari Indonesia Youth Science and Health Olympiad). Azahra Nurdina Riztrantri (XI-1) meraih medali emas bidang Geografi di ajang Delta Indonesian Science Competition. Adiel Elberta Bintang Griselda (XI-2) merebut medali emas bidang Kimia di ajang Olimpiade Siswa Indonesia.
“Selain itu, ada puluhan prestasi akademik lainnya selama 2022 dan 2023. Dengan bimbingan Bapak/Ibu Guru, para siswa kami aktif mengikuti kompetisi yang ada,” paparnya.
Sumarmin menambahkan, dari bidang nonakademik, puluhan siswa juga menyumbangkan prestasi. Di antaranya, Juara I Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Muhammad Yusril Alamsyah Aly/XII-4), Juara I Lomba Melukis Tingkat Nasional yang diselenggarakan Rumah Sastra Seni (Berelian Felicia Purnomo/XI-2).
Ada juga Juara III Tingkat Internasional Kejuaraan Pencak Silat Kelas D Putra di ajang Bandung Lautan Api International Champions IV (Muhammad Hazmi Rafsanjani/XI-5). “Masih dari ajang internasional, ada siswa kami yang akan mengikuti Asia Youth International Model United Nations Conference 12th Edition di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 12-15 Agustus 2023. Namanya Sherly Sabrina Nailiya Putri (XII MIPA 4),” ujarnya.
Bukan hanya itu. Setiap tahun sekitar 90 persen lulusan SMAN 1 Bojonegoro juga diterima di perguruan tinggi dan program studi favorit melalui jalur SNBP, SNBT, atau mandiri. “Tahun 2023 ini, 203 lulusan melapor telah mendapatkan kursi di perguruan tinggi. Jumlahnya masih bisa bertambah. Alhamdulillah, seperti tradisi, tahun ini 14 lulusan kami diterima di Fakultas Kedokteran,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *