Ketoprak Plesiran Zona 3, Perjalanan Spiritual Putri Gentari Jagat Menuju Kerajaan Dwipanegara

Bojonegoro, News165 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Ketoprak Plesiran yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro di zona tiga berlangsung meriah dan penuh pesan. Dalam lakon Mati Sajroning Urip, tokoh Putri Gentari Jagat yang diperankan Bupati Anna Mu’awanah berhasil melakukan semedi dan memperoleh wahyu keprabon untuk memimpin negeri Dwipanegara.

Ketoprak Plesiran untuk yang ketiga kalinya ini digelar di Lapangan Taji Desa Sukorejo Kecamatan Tambakrejo, Sabtu (5/8/2023) malam. Ketoprak Plesiran ini makin spesial karena dihadiri oleh Abah Kirun CS.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah didampingi Asisten, Staff Ahli, Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) dan beberapa kepala OPD ikut memerankan langsung lakon Ketoprak Plesiran Gentari Jagat. Ketoprak bertema ‘Mati Sajroning Urip’ diiringi kelompok kesenian Surya Budaya.

Alur ketoprak kali ini mengisahkan perjalanan spiritual Putri Gentari Jagat di Negara Dwipanegara yang diperankan langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah. Putri Gentari Jagat, dalam mencari jatidirinya memilih bertapa di Gunung Kendeng sebelum akhirnya menduduki tahta di Kerajaan Dwipanegara.

Perjalanan spiritual Putri Gentari Jagat ke gunung untuk bertapa yang kemudian mendapatkan wahyu keprabon untuk menjadi pemimpin. Perjalanan tersebut tidak sesuai dengan harapan dan penuh rintangan. Namun sang putri dapat menghalau segala rintangan yang menghadang. Tahta dan mahkota di depan mata, menjadi tanda bahwa sang putri harus segera kembali ke Kerajaan Dwipanegara untuk memimpin.

“Putri Gentari Jagad, karena segala impianmu sudah terwujud lewat semedi, dan mahkotamu sudah kau dapatkan, maka kembalilah menata Dwipanagora,” ujar Begawan Sapto Samudro dalam salah satu adegan dalam Ketoprak Plesiran.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Budiyanto saat memberi sambutan menyampaikan pada pagelaran ketoprak ini, Bupati Anna berperan langsung sebagai Putri Gentari Jagat. Peran ini seperti pada Ketoprak Plesiran di zona-zona sebelumnya. Ketroprak ini pun sukses menghibur masyarakat.

“Dalam ketoprak plesiran Ibu Bupati berperan sebagai putri Gentari Jagat dan dihadiri bintang tamu Bapak Haji Sakirun atau Abah Kirun CS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketoprak Plesiran yang rencananya dilakukan di 4 zona ini bertujuan untuk melestarikan kesenian tradisional yakni ketoprak yang sudah jarang ada di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu juga untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *