Ground Breaking, Upaya Pemkab Bojonegoro Percepat PSN dan Utamakan Kepentingan Warga Ngelo

Bojonegoro, News75 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Warga Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, menantikan kegiatan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendung Gerak Karangnongko.

Sucipto, Warga Dusun Matar, Desa Ngelo, antusias menanti kegiatan tersebut. Selain menunjukkan progres pembangunan bendungan, warga lainnya juga berharap pembayaran ganti untung bisa segera terlaksana.

“Kita sempat dengar kalau ada ground breaking, tapi selalu ditunda. Harapannya semoga segera terlaksana,” ungkap pria yang berprofesi sebagai petani ini.

Pak Cep, sapaan akrabnya, berharap harga yang diberikan untuk ganti untung nanti bisa untuk membangun rumah dan membeli sawah lagi jika bendungan mulai dibangun.

“Semoga bisa segera terlaksana,” tukasnya.

Dia dan warga lainnya juga turut senang karena jalan penghubung Desa Ngelo dengan Kecamatan Margomulyo melalui jalur watu jago sebagian diperbaiki. Karena, sebagian lagi telah dicor beton.

“Ini sangat menguntungkan warga. Alhamdulillah, senang sekali jalannya dibangun Pemkab Bojonegoro,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA), Hery Widodo, mengatakan ground breaking sempat ditunda dua kali karena menyesuaikan jadwal dari BBWS Bengawan Solo dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Dalam waktu dekat, akan segera terlaksana,” tandasnya.

Pihaknya menyatakan, jika Pemkab Bojonegoro telah berupaya mengakomodir warga yang menginginkan relokasi. Meski, seharusnya mekanisme yang dilalui adalah ganti untung.

“Tidak ada namanya Pemkab Bojonegoro merugikan warganya itu tidak ada. Kita tetap berupaya mencari solusi,” tegasnya.

Sementara untuk ganti untung, saat ini Pemkab Bojonegoro telah menunjuk tim appraisial untuk menghitung harga yang akan diberikan pada warga.

Bahkan, Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencarikan pengganti lahan hutan yang selama ini digunakan warga sebagai mata pencaharian.

“Bupati juga telah berupaya memberikan lahan pengganti untuk warga yang selama ini menggunakan tanah Perhutani sebagai mata pencaharian,” pungkasnya. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *