Launching Integrasi Layanan Primer (ILP) dan Lansia Sembada oleh PJ Bupati Bojonegoro

Bojonegoro, News66 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Di Balai Desa Turigede, Kecamatan Kepohbaru, hari Selasa 30 April 2024, dilangsungkan acara Launching Integrasi Layanan Primer (ILP) & Lansia Sembada. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Dalam acara tersebut Pj. Bupati Bojonegoro berharap posyandu dan seluruh kader menjadi pelopor tindakan promotif dan preventif dalam mencapai kesehatan masyarakat.

Integrasi Layanan Primer (ILP) & Lansia Sembada adalah inisiatif yang berfokus pada kesehatan masyarakat, dengan singkatan Sembada yang menekankan prinsip “Sehat, Mandiri, Bahagia, dan Berdaya.” Acara ini juga dihadiri langsung oleh PJ Bupati, Adriyanto, Staf Ahli Lingkup Sekretariat Daerah, Asisten Lingkup Sekretariat Daerah, Kepala Dinas PMD dan Dinas DP3AKB, Ketua IDI, IBI dan PPNI Kabupaten Bojonegoro, Forpimcam Kecamatan Kepohbaru, Camat Se-Kab. Bojonegoro, serta Kepala Puskesmas Se-Kab. Bojonegoro

Turut bergabung melalui melalui video conference Pj. Ketua TP PKK Kab. Bojonegoro, Dian Adiyanti Adriyanto, serta hadir langsung Ketua TP PKK Kecamatan Kepohbaru dan TP PKK Desa Turigede, Kepala Desa Se-Kec. Kepohbaru, Kader Kesehatan dan peserta Posyandu Integrasi Desa Turigede Kecamatan Kepohbaru.

Salah satu kegiatan menarik dalam acara ini adalah penampilan gerakan senam dari lansia, menunjukkan semangat dan keaktifan mereka dalam menjaga kesehatan. Lansia di Bojonegoro mencapai 222.794 jiwa, dengan 62.448 jiwa yang aktif terlibat dalam posyandu. Program Lansia Sembada dilaksanakan melalui skrining Kesehatan rutin dan pemberian tablet suplemen yang diberikan setiap bulan. Upaya lain untuk pemberian layanan yang maksimal Dinas Kesehatan Kab. Bojonegoro memberikan pelatihan kepada 450 kader Posyandu dengan 25 ketrampilan dasar.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pujiningrum, melaporkan bahwa program ILP ini mengusung enam pilar transformasi, “Kementerian Kesehatan menginisiasi kegiatan transformasi kesehatan yang mencakup 6 jenis transformasi yakni: transformasi Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan,” ujarnya.

Dalam materi yang disampaikan oleh PJ Ketua TP PKK Kab. Bojonegoro, Dian Adiyanti, disebutkan bahwa peran kader sangat penting dalam mendukung program ini. Dalam hal ini, terdapat slogan yaitu “Kader SMART, Posyandu Kuat, Bojonegoro Sehat”. Adapun kepanjangan dari SMART sendiri adalah semangat, mandiri, aktif, ramah dan terlatih. Dari slogan tersebut diharapkan para kader kesehatan dapat melaksanakan tugas dengan baik mengingat kader merupakan petugas layanan kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Pemerintah merencanakan transformasi kesehatan yang diimplementasikan melalui ILP yang fokusnya pada seluruh siklus, mulai ibu hamil, anak pada tahap tumbuh kembang, remaja sampai dengan lansia,” jelasnya.

PJ Bupati, Adriyanto, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro atas upaya dalam menghadirkan integrasi posyandu, dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.

“Kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga perawatan dan upaya preventif yang terus-menerus dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni adanya program posyandu, yang harapannya menjadi penghubung layanan kesehatan masyarakat.” terangnya. (Tris/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *