Bojonegoro, sidik nusantara – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengawali tahun 2026 dengan menggelar kegiatan Operasi Pasar Murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Kegiatan perdana dilaksanakan di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, Jum’at 30 Januari 2026 dan dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono
Pasar murah ini menjadi langkah konkret Pemkab Bojonegoro dalam merespons kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di tengah dinamika harga di awal tahun. Berbagai komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan pokok lainnya disediakan dengan harga di bawah pasaran.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa program pasar murah merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pemerintah daerah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Pasar murah ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagian dari komitmen kami menjaga daya beli warga,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat Desa Tanjungharjo terlihat sejak pagi hari. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan, sehingga dapat membantu pengeluaran rumah tangga.
Bupati menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengendalian inflasi daerah serta penguatan perlindungan sosial berbasis kebutuhan riil masyarakat.
Pemkab Bojonegoro menargetkan pada tahun 2026 ini akan menggelar operasi pasar murah di 29 titik yang tersebar di berbagai kecamatan.
Program ini dirancang menjangkau lebih banyak desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Bojonegoro.
Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan warga dalam menghadapi tantangan ekonomi. (Red)













