Ngawi, sidik nusantara – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Ngawi melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) terus melanjutkan program prioritas di awal tahun 2026. Pada tahun ini, Bidang SDA merencanakan penanganan berupa peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi pada 6 titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngawi. Selasa (13/01/2026).
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Ngawi, Dwi Wiyatno, menyampaikan bahwa kondisi jaringan irigasi di Kabupaten Ngawi saat ini secara umum berada dalam kondisi baik. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 75 persen jaringan irigasi berada dalam kondisi baik, sementara 25 persen lainnya masih dalam kondisi rusak dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
“Pada tahun 2025, selain penanganan dari daerah, terdapat juga 12 jaringan irigasi yang mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui dana Inpres,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dwi Wiyatno menuturkan bahwa pada tahun 2026 terdapat 6 titik jaringan irigasi yang akan dilakukan peningkatan dan rehabilitasi. Proses kegiatan tersebut direncanakan mulai berjalan pada akhir bulan Maret, diawali dengan tahapan pengadaan barang jasa pekerjaan.
“Enam titik peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2026. Rencananya, proses PBJ akan dimulai pada akhir bulan Maret,” imbuhnya.
Ia berharap seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti. Menurutnya, peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran sektor pertanian yang menjadi basis utama perekonomian masyarakat Kabupaten Ngawi.
“Dengan perbaikan jaringan irigasi ini, diharapkan distribusi air ke lahan pertanian semakin optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (Fir/Red)














