BATU,Sidik Nusantara – Pemerintah Kota Batu menggelar acara Doa Bersama di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Rabu (31/12) malam. Acara ini diselenggarakan untuk menyambut Tahun Baru 2026 dengan suasana yang khidmat dan penuh solidaritas, pasca terjadinya bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan bertajuk “Doa Bersama Refleksi 2025 dan Harapan 2026 bersama Forkopimda Kota Batu dan Tokoh Lintas Agama” ini, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang mengimbau untuk tidak merayakan tahun baru secara berlebihan di tengah kondisi saudara sebangsa dan setanah air yang terkena musibah.

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas capaian pembangunan manusia melalui Program 1.000 Sarjana yang telah memberikan beasiswa kepada 273 mahasiswa dengan total anggaran Rp1,34 miliar. Ia juga memaparkan keberhasilan ekonomi di mana realisasi investasi mencapai Rp2,33 triliun atau tumbuh 69,40 persen dari tahun sebelumnya, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batu yang kini berada di angka 80,35 dengan kategori “Sangat Tinggi”.
”Salah satu fondasi utama pembangunan manusia adalah pendidikan, sehingga di tengah keterbatasan fiskal, kami tetap menjaga komitmen keberpihakan di sektor ini. Di bidang ekonomi, investasi kita melampaui dua kali lipat dari target, namun pembangunan tidak hanya diukur dari ekonomi saja, melainkan kualitas hidup warga yang kini menempatkan Kota Batu dalam predikat IPM Sangat Tinggi bersama tujuh daerah lainnya di Jawa Timur,” ungkap Nurochman.
Apresiasi juga datang dari aparat penegak hukum yang diwakili oleh Kabag Log Polres Batu, Kompol Supriyanto. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana malam pergantian tahun yang kondusif di wilayah Kota Batu.
”Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kolaborasi dari Pemkot Batu serta seluruh lapisan masyarakat Kota Batu. Berkat sinergi ini, kita semua dapat menjaga dan mengawal malam pergantian tahun dengan kondisi yang sangat kondusif, aman, dan nyaman bagi semua pihak,” ujar Supriyanto.
Senada dengan hal tersebut, Danramil Batu, Kapten Arhanud Jumawi, menaruh harapan besar pada semangat kolektif “Mbatu Sae” untuk menyongsong tahun depan. Ia berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga untuk kemajuan kota yang lebih baik di tahun 2026.
”Menyongsong tahun 2026 dengan tagline Mbatu Sae, Sedoyo Sae, kami menaruh harapan besar agar semangat ini benar-benar terwujud. Semoga di tahun 2026 nanti, Kota Batu semakin tambah Sae di segala sektor, baik dari segi pembangunan maupun kesejahteraan masyarakatnya,” harap Jumawi.
Sebagai puncak acara, dilakukan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh para pemuka agama secara berurutan, mulai dari Konghucu, Hindu, Budha, Katolik, Kristen, dan diakhiri oleh pemuka agama Islam. Doa ini dipanjatkan secara khusus untuk memohon ketabahan dan pemulihan bagi warga terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
”Pada malam refleksi ini, doa yang kita panjatkan juga kita persembahkan untuk saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi bencana. Menyongsong 2026, mari bekerja lebih jujur, disiplin, dan berpihak pada masyarakat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menjaga Kota Batu dalam kedamaian dan menguatkan langkah menuju Mbatu Sae,” tutup Nurochman.
Penulis : Arman.
Editor : Akasa Putra.
Sumber Berita : Diskominfo.














