Terdiagnosis Kanker Rektum, Kamim Rasakan Manfaat Layanan JKN

Bojonegoro, News40 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Rasa tidak nyaman di perut bagian bawah dialami Kamim Hariyadi (58). Awalnya ia menganggap sebagai gangguan pencernaan biasa. Kamim juga mengalami pendarahan dan penurunan berat badan drastis. Pria asal Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro tersebut akhirnya memutuskan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Hasil pemeriksaan membuatnya terkejut. Kamim dinyatakan dokter menderita kanker rektum.

“Saya tentunya panik dan khawatir mendengar hal tersebut. Rasa khawatir dan panik langsung membayangi. Pikiran langsung tertuju pada biaya pengobatan yang pasti besar. Akhirnya informasi dari tim medis di Puskesmas memberikan rasa tenang. Semua biaya dijamin penuh dengan memanfaatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” ujar Kamim, Selasa (02/02).

Selanjutnya, Kamim dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan. Seluruh proses yang ia jalani mulai dari CT scan, biopsi, hingga tindakan operasi dan kemoterapi. Kamim mengaku tidak pernah membayangkan bahwa seluruh pengobatan dapat diakses tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Kalau harus bayar sendiri, mungkin saya sudah menyerah sejak awal. Bersyukur sejak awal BPJS Kesehatan lahir, saya sudah menjadi pesertanya. Menurt saya, layanan JKN fokus pada penyembuhan. Rasa cemas soal biaya menjadi hilang,” katanya.

Selama masa perawatan, Kamim menjalani operasi pengangkatan tumor. Selanjutnya, dokter memberikan terapi berdasarkan kondisi Kamim yang berkelanjutan. Proses tersebut membutuhkan waktu berbulan-bulan. Energi pun ikut terkuras baik fisik maupun mental.

“Dukungan keluarga serta kemudahan layanan JKN menjadi kekuatan tersendiri. Saya juga dilayani dengan sangat baik oleh tim medis selama menjalani perawatan. Saya juga tidak dibeda-bedakan dengan pasien lainnya. Setiap informasi yang saya dapatkan, tim medis memberi penjelasan dengan baik dan komunikatif,” ungkapnya.

Kini, kondisi Kamim berangsur membaik. Setiap bulan ia juga rutin untuk kontrol ke faskes. Meski masih harus menjalani pemantauan jangka panjang. Harapan hidup kembali tumbuh dalam dirinya.

“Tidak lupa, saya memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk antrean online. sangat membantu dan memudahkan. Semoga kisah saya ini mampu menjadi bukti nyata. Jangan ragu untuk menjadi peserta JKN. Penyakit bisa datang tanpa diduga. Selanjutnya perlindungan kesehatan adalah kebutuhan penting bagi setiap orang. Layanan ini memberikan rasa aman dalam menghadapi penyakit serius. Program JKN ini juga idak hanya menjamin berobat saja. Pesertanya pun dipastikan memperolah layanan kesehatan yang berkelanjutan. Terima kasih BPJS Kesehatan. Semoga akan terus berkelanjutan,” tutup Kamim. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *