Ada “Kabul Juning” di SDN Pendem 01 Batu, Ini Kata Mereka

Daerah, News, Pendidikan895 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pendem 01 Kota Batu, saat ini telah menerapkan kedisiplinan melalui program Kabul Juning (Kantong Anti Bullying Jumat Hening). Program yang digagas oleh Kepala Sekolah ini tentunya sangat apik dan menarik untuk diterapkan bagi seluruh warga sekolah Pendem 01 Kota Batu.

Peserta didik SDN Pendem 01.

Program Kantong Bullying merupakan gerakan inovasi di SDN Pendem 01 ini belum pernah dilakukan sebelumnya, program ini tidak terlalu membutuhkan biaya yang mahal, karena tujuan utamanya adalah perubahan karakter.

Program Kantong Bullying sangat unik karena melatih peserta didik senantiasa melakukan refleksi diri, melalui berbagai macam sesi yang wajib dilakukan oleh peserta didik.

Jumat hening merupakan ajang untuk menenangkan pikiran dan hati serta belajar melakukan refleksi diri.

Evaluasi dilakukan secara berkala setiap bulan sekali dalam kegiatan Kendi Berlian (Kendali berakhlak mulia, mandiri dan berwawasan lingkungan) melibatkan pengurus komite dan paguyuban.

Setiap peserta didik akan mendapatkan reward atas pencapaian prestasi karakternya berupa mahkota karakter.

Kepala SDN Pendem 01, Suprapti MPd, saat ditemui disekolahnya menuturkan, bullying bukan hanya tentang pukulan atau ejekan. Bullying adalah saat kita tahu seseorang terluka, tetapi membiarkannya sendiri.

“Dulu banyak kasus bullying dianggap sebagai candaan atau bagian dari proses sosial di sekolah, sehingga tidak dilaporkan. Sekarang masyarakat, guru, dan siswa makin sadar bahwa bullying adalah bentuk kekerasan psikologis dan sosial. Akibatnya, lebih banyak kasus yang terungkap dan dilaporkan,” tuturnya, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, cyber bullying (perundungan di media sosial, chat group, dan lain-lain) membuat bullying lebih mudah dilakukan secara anonim dan tersebar luas. Korban bisa dibully tanpa batas ruang dan waktu bahkan dari rumah sekalipun.

“Kurangnya penanaman nilai empati, toleransi, dan kontrol emosi sejak dini membuat anak-anak lebih mudah terlibat dalam perilaku agresif. Banyak anak belum memahami dampak psikologis dari perundangan yang mereka lakukan. Beberapa sekolah belum memiliki sistem pengawasan, konseling, atau pelaporan bullying yang aktif dan responsif. Kadang guru atau staf sekolah tidak peka terhadap tanda – tanda bullying atau menganggapnya masalah sepele,” ucap guru senior ini sembari ramah.

Guru prestasi ini menegaskan, dampak dari bullying secara global yaitu; Prevalensi yang tinggi. Dampak kesehatan mental. Bullying dikaitkan langsung dengan depresi, kecemasan, gangguan stres, sehingga bunuh diri. WHO menggolongkan bullying sebagai faktor resiko dalam kesehatan mental remaja. Gangguan terhadap akses pendidikan. Lingkungan belajar yang tidak aman menghambat tujuan pendidikan global seperti yang dicanangkan dalam Sustainable Development Goais (SDG 4).

“Isu hak asasi manusia, bullying terutama berbasis gender, ras, atau disabilitas, termasuk bentuk diskriminasi dan pelanggaran hak anak. UNICEF dan komisi HAM di banyak negara telah menyuarakan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan di sekolah. Perkembangan teknologi yang memperparah situasi. Dengan hadirnya media sosial, bullying menjadi lebih luas jangkauannya, lebih anonim, dan lebih sulit dihentikan (cyber bullying bisa terjadi 24 jam sehari),” tegasnya.

Kendati demikian, keunggulan metode Kabul Juning dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif. Program Kabul Juning mampu mengurangi rasa takut atau cemas peserta didik datang ke sekolah. Meningkatkan fokus belajar karena siswa tidak khawatir akan intimidasi. Membangun iklim sekolah yang inklusif dan saling menghargai. Membantu peserta didik mengembangkan empati dan ketrampilan sosial yang sehat. Salah satu terobosan untuk menyelesaikan masalah bullying yang mengganggu belajar peserta didik.

” Tujuan program anti bullying meningkatkan pendidikan karakter sejak dini. Menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Memberikan pengertian tentang pengaruh teman sebaya. Memberikan pendidikan dan pemahaman pada waktu menonton TV, YouTube, atau game. Meningkatkan pengawasan guru, terutama sat jam istirahat atau diluar kelas,” tandas guru prestasi ini penuh dengan semangat.

“Manfaat anti bullying, Meningkatkan pendidikan karakter sejak dini. Menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Tumbuhnya pengertian tentang pengaruh teman sebaya. Terciptanya pendidikan dan pemahaman pada waktu menonton TV, YouTube atau Game. Meningkatkan pengawasan guru, terutama sat jam istirahat atau diluar kelas,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *