Belajar Aksara Jawa Tak Lagi Sulit: BAJA KILAT Glenn Doman Hidupkan Kelas Bahasa Jawa

Daerah, News, Pendidikan1126 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Generasi muda semakin akrab dengan bahasa asing dan budaya populer, sementara aksara daerah yang menjadi identitas budaya justru semakin jarang digunakan. Kondisi inilah yang mendorong lahirnya sebuah inovasi pembelajaran di SDN Sisir 03 (ESSIGA) Kota Batu yang diberi nama BAJA KILAT GLENN DOMAN (Belajar Aksara Jawa Kilat menggunakan Metode Glenn Doman).

Siswa ESSIGA Kota Batu, saat mengikuti pembelajaran Bahasa Jawa didalam kelas.

Menurut, guru ESSIGA, Titin Nur Fadilah, S.Pd menuturkan bahwa, Inovasi ini hadir sebagai upaya kreatif untuk menjawab tantangan pembelajaran aksara Jawa yang selama ini dianggap sulit dan membosankan oleh siswa.

Bentuk huruf yang beragam, seperti aksara sandangan hingga pasangan, sering kali membuat siswa kesulitan menghafal dan membedakan satu aksara dengan aksara lainnya.

“Permasalahan tersebut terlihat nyata di kelas VI ESSIGA. Dari 22 siswa, sebanyak 17 siswa atau sekitar 77 persen masih mengalami kesulitan dalam mengenali dan menghafal aksara Jawa. Banyak siswa tertukar bentuk aksara yang mirip, bahkan membutuhkan waktu lama hanya untuk mengingat kembali huruf yang telah dipelajari,” tuturnya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, melihat kondisi tersebut, guru berinisiatif menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih segar dan sesuai dengan karakter belajar siswa sekolah dasar. Lahirlah inovasi BAJA KILAT GLENN DOMAN, yaitu metode belajar aksara Jawa menggunakan flashcard yang terinspirasi dari metode Glenn Doman.

“Metode ini memanfaatkan kekuatan visual dan pengulangan cepat untuk merangsang daya ingat siswa. Guru menunjukkan kartu aksara Jawa kepada siswa secara cepat, hanya sekitar dua hingga tiga detik per kartu. Proses ini dilakukan berulang dalam sesi singkat setiap hari, sehingga siswa dapat mengenali aksara secara alami tanpa merasa terbebani,” ucap guru mudah berjilbab ini sembari tenang.

Akan tetapi, lanjut dia, menariknya pembelajaran tidak hanya berhenti pada pengenalan kartu. Guru juga mengombinasikan penggunaan flashcard dengan berbagai aktivitas interaktif seperti permainan tebak aksara, mencocokkan kartu, hingga latihan membaca dan menulis kata sederhana dalam aksara Jawa. Suasana kelas yang sebelumnya terasa kaku kini berubah menjadi lebih hidup, aktif, dan menyenangkan.

“Perubahan positif pun mulai terlihat. Setelah penerapan inovasi ini, jumlah siswa yang masih kesulitan mengenali aksara Jawa menurun dari 17 siswa menjadi 9 siswa. Siswa menjadi lebih cepat mengenali bentuk aksara, lebih percaya diri saat membaca maupun menulis, serta lebih antusias mengikuti pembelajaran Bahasa Jawa,” tandasnya.

Waktu terpisah, salah satu siswa kelas VI saat dikonfirmasi, mengaku pembelajaran aksara Jawa kini terasa jauh lebih menyenangkan.

“Dulu saya sering tertukar huruf aksara Jawa karena bentuknya mirip-mirip. Sekarang kalau belajar pakai kartu jadi lebih cepat ingat dan rasanya seperti bermain,” ucap salah satu siswa ESSIGA dengan antusias.

Meskipun demikian, tak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar, inovasi ini juga membawa perubahan pada sikap siswa terhadap materi aksara Jawa. Jika sebelumnya dianggap sulit dan membosankan, kini aksara Jawa justru menjadi materi yang dinantikan dalam kegiatan belajar di kelas.

Lebih jauh, Kepala ESSIGA Kota Batu, Sumarmi SAg juga memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran ini. Kreativitas guru dalam menghadirkan metode belajar yang menarik sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Inovasi BAJA KILAT GLENN DOMAN menjadi contoh bagaimana guru mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif sekaligus bermakna. Melalui metode yang sederhana namun efektif ini, siswa tidak hanya lebih mudah memahami aksara Jawa, tetapi juga semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya,” ungkapnya.

Kendati demikian, bagi guru inovasi ini juga menjadi solusi praktis dalam mengoptimalkan waktu pembelajaran yang terbatas. Dengan media sederhana namun efektif, proses belajar menjadi lebih terstruktur, efisien, dan mudah diterapkan.

“Melalui inovasi BAJA KILAT GLENN DOMAN, pembelajaran aksara Jawa tidak lagi sekadar menghafal huruf, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Lebih dari itu, inovasi ini menjadi langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal melalui dunia pendidikan,” jelasnya.

“Di tangan para pendidik yang kreatif, aksara Jawa tidak hanya bertahan, tetapi juga kembali hidup di ruang-ruang kelas dan dihati generasi muda,” pungkasnya.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *