BKPSDM Ngawi Gelar Bimbingan Teknis Implementasi Manajemen Resiko Dan Penguatan Anti Korupsi

Daerah, News562 Dilihat

Ngawi, sidik nusantara – Pemerintah Kabupaten Ngawi Melalui Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) gelar Bimbingan Teknis Implementasi Manajemen Resiko Dan Penguatan Anti Korupsi Guna menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Acara berlangsung di Hall Hotel Nata. Senin 30/01/2026

Kegiatan turut di hadiri Kepala BKPSDM, Sekertaris BKPSDM, Narasumber Inspektorat, Kepala Bidang, Kepala Bagian, Dan Seluruh Karyawan BKPSDM Kabupaten Ngawi.

Kepala BKPSDM Idham Karima mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan strategis dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) khususnya dilikungan BKPSDM Kabupaten Ngawi. Implementasi manajemen resiko bukan sekedar kewajiban administratif tetapi merupakan kebutuhan mendasar dalam memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang kita laksanakan dapat berjalan secara efektif, efisien, serta mampu meminimalisir potensi resiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi.

“budaya anti korupsi ini juga salah satu bagian dari bimtek saat ini yang dimana komitmen harus kita bangun dan internalisasikan dalam setiap aspek pekerjaan demi tanggung jawab untuk menjaga integritas, menjunjung tinggi nilai nilai kejujuran, serta menolak segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepostime,” jelasnya

Idham karima menambahkan melalui bimbingan teknis ini peserta dapat, Pertama memahami konsep dan praktik manajemen resiko secara komprehensif. Kedua mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan resiko dalam pelaksanaan tugas. Ketiga meningkatkan kesadaran dan komitmen terhadap penerapan nilai nilai anti korupsi. Dan Keempat mengimplementasikan hasil pembelajaran ini secara nyata dalam lingkungan kerja masing masing.

Harapannya kegiatan ini mampu di ikuti dengan sungguh sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam pemahaman dan berbagi pengalaman, jangan sampai kegiatan ini menjadi formalitas semata, tetapi harus memberikan dampak nyata dalam peningkatan kinerja dan integritas kita sebagai aparatur sipil negara. (Fir/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *