Dari Hafalan ke Aksi Nyata: Gerakan “ALIA GHADIS” Bangun Karakter Siswa SDN Sisir 03 Batu

Daerah, News, Pendidikan628 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori. Di SDN Sisir 03 (ESSIGA) Kota Batu, nilai-nilai akhlak justru dihidupkan melalui gerakan sederhana namun bermakna; menghafal dan mengkaji hadis Nabi dalam kegiatan pembiasaan harian. Program ini dikenal dengan nama ALIA GHADIS (Akhlaq Mulia dengan Gerakan Hafalan dan Kajian Hadis).

Kepala ESSIGA Kota Batu, Sumarmi SAg ini menuturkan, Inovasi ini lahir dari kegelisahan para pendidik terhadap tantangan pembentukan karakter murid di era modern. Di tengah arus informasi yang begitu cepat, sekolah merasa perlu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga memperkuat nilai moral dan spiritual murid.

Saat murid ESSIGA melaksanakan kegiatan di pelataran sekolah.

“Melalui ALIA GHADIS, siswa tidak hanya diminta menghafal hadis, tetapi juga memahami makna serta mempraktikkan nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dan menjadi bagian dari pembiasaan positif di lingkungan sekolah,” tuturya, Senin (30/3/2026)

Dia tegaskan, setiap pekan, siswa mempelajari hadis pilihan yang berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, hingga kepedulian terhadap sesama.

“Guru kemudian mengajak siswa berdiskusi mengenai makna hadis tersebut, dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan di sekolah maupun di rumah,”ucap guru senior ini sembari ramah.

Disampaikan pula, bahwa inovasi ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter yang berakar pada nilai-nilai agama.

“Melalui ALIA GHADIS, kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Hafalan hadis menjadi pintu masuk agar nilai-nilai tersebut benar-benar dipahami dan diamalkan oleh siswa,” tegas guru berjilbab ini penuh semangat.

Meskipun demikian, dampak positif program ini mulai terlihat dalam keseharian siswa. Guru mengamati perubahan perilaku yang lebih disiplin, saling menghormati, dan meningkatnya kesadaran untuk berbuat baik kepada teman maupun guru.

Waktu yang sama, ada salah satu siswa mengaku merasa senang mengikuti kegiatan tersebut karena selain menambah hafalan, mereka juga belajar memahami arti hadis.

“Kalau dulu hanya hafal, sekarang kami juga tahu maksudnya. Jadi lebih mudah untuk mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu siswa ESSIGA kelas atas, yang enggan disebutkan namanya.

Kendati demikian, selain memperkuat karakter, kegiatan ini juga mendorong keberanian siswa untuk berbicara dan menyampaikan pemahaman mereka mengenai nilai-nilai hadis di depan teman-temannya. Hal tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.

“Dengan pendekatan yang sederhana namun berdampak, ALIA GHADIS menjadi salah satu inovasi pendidikan karakter yang menunjukkan bahwa pembentukan akhlak dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” tandasnya.

Ke depan, program ini diharapkan terus berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *