Faktor Teknis dan Cuaca Picu Ambruknya Kanopi KDMP Padang

Headline36 Dilihat

SidikNusantara.com, – Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., resmi memberikan klarifikasi terkait insiden ambrolnya atap teras (kanopi) Gedung Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.

Ia menegaskan, kejadian ambrolya atap teras atau kanopi tersebut dipicu oleh kombinasi faktor teknis konstruksi, serta kondisi cuaca ekstrem saat peristiwa berlangsung pada Rabu (1/4/2026) malam.

Dalam keterangannya, Dandim 0813 Bojonegoro menjelaskan, plesteran tembok yang menjadi titik pengikat baut plat atap masih dalam kondisi belum kering sempurna ketika proses pemasangan dilakukan. Kondisi tersebut menyebabkan daya cengkeram baut tidak optimal, sehingga struktur menjadi rentan.

“Pada saat pemasangan, plesteran tembok yang digunakan untuk mengikat baut plat atap masih basah. Hal ini mengurangi kekuatan struktur, dan ketika terjadi angin kencang atap teras tidak mampu bertahan sehingga mengalami ambrol,” kata Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST., Kamis (2/4/2026).

Diungkapkan juga oleh Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST., bahwa dimensi baut penyangga diduga kurang panjang, sehingga tidak memberikan kekuatan maksimal dalam menopang konstruksi atap.

Dirinya juga langsung turun ke lokasi pada malam kejadian untuk memastikan situasi dilapangan, sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan awal.

Pasca kejadian, proses perbaikan kini telah berjalan dengan fokus pada pembongkaran material yang rusak serta penguatan kembali struktur atap teras. Pemasangan rangka baru dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan ketahanan bangunan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Perbaikan sudah mulai dilaksanakan, dan kami optimistis dalam dua hari kedepan pekerjaan ini dapat diselesaikan,” tegas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0813 Bojonegoro juga menyampaikan komitmen keterbukaan institusinya terhadap evaluasi publik. Ia mengajak masyarakat untuk aktif memberikan masukan, sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja.

“Kami membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan saran. Hal ini penting sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan tugas, dan fungsi TNI dapat berjalan lebih optimal, serta profesional,” tegas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST.

Klarifikasi ini sekaligus menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius, khususnya dalam memastikan standar teknis konstruksi dipenuhi secara ketat demi menjamin keselamatan dan keberlanjutan fungsi bangunan.(Triss/Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *