Gelar Gerakan Percepatan Tanam Padi Serentak Seluruh Jawa Timur, Kementerian Pertanian dan DKPP Ngawi Bersinergi Antisipasi Elnino

Daerah, News1180 Dilihat

Ngawi, sidik nusantara – Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) bekerjasama dengan Pemerintah Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan melalui gerakan percepatan tanam serentak yang dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 38 daerah sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas produksi beras nasional. Selain itu kegiatan ini dipusatkan di Desa Gemarang Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi dengan mengusung tema Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, Kamis (23/04/2026).

Acara ini turut dihadiri berbagai unsur strategis antara lain, Tanaga Ahli Menteri Pertanian, Deputi II kantor staf Presiden, Jajaran TNI dan Kodam V Brawijaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Ngawi, dan PPL serta Petani.

Kegiatan ini dikemas melalui “Sawah Bersholawat” semangat percepatan tanam berpadu dengan lantunan sholawat, sebuah pendekatan yang memadukan ikhtiar teknis dan spiritual. Nuansa kebersamaan yang di bangun diharap mampu menggerakkan petani untuk lebih cepat dan serempak dalam melakukan tanam, sekaligus memperkuat optimisme menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Dwi Rianto Jatmiko Wakil Bupati Ngawi mengatakan bahwa sektor pertanian Kabupaten Ngawi terus menunjukan kinerja positif, bukti nyata pemerintah kabupaten Ngawi produksi padi tahun 2025 tercatat mencapai 772,571 ton Gabah Kering Giling (GKG) meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan kenaikan 6.867 ton GKG dan berkontribusi 7% terhadap Produksi Padi Provinsi Jawa Timur.

“Kabupaten Ngawi saat ini menjadi salah satu daerah dengan produktifitas tinggi, bahkan menempati peringkat ketiga produksi padi di Jawa Timur setelah Lamongan dan Bojonegoro, dengan luas lahan no enam di Jawa Timur” jelasnya

Kepala dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Supardi berharap berbagai inovasi terus dilakukan seperti, pengembangan pertanian ramah lingkungan, berkelanjutan (PRLB), mordenisasi irigasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk potensi EL Nino yang diprediksi terjadi pada pertengahan 2026.

“Gerakan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong percepatan luas tambah tanam (LTT) padi, khususnya di tengah tantangan musim kemarau yang mulai berlangsung di sejumlah Jawa Timur,” imbuhnya. (Fir/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *