Program JKN Jadi Bukti Perjuangan Suyono Melawan Stroke

Bojonegoro, News958 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Suyono (67), warga asli Kelurahan Sumbang, Kabupaten Bojonegoro telah hampir setahun mengalami penyakit stroke. Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa dalam sekejap hidupnya berubah total.

Semuanya berawal pada suatu pagi ketika ia hendak berangkat bekerja. Tiba-tiba tangan kanannya terasa sangat lemas. Tidak hanya itu, Suyono merasakan jika bicaranya sehingga tubuhnya kehilangan keseimbangan. Beruntung, ia terdaftar menjadi peserta JKN, seluruh biaya pengobatannya pun dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan.

“Saat itu akibat serangan stroke, kondisi pun menjadi lemah. Keluarga segera membawa saya ke rumah sakit terdekat. Kala itu yang terlintas di benak saya adalah rasa takut lumpuh. Selain itu pasti akan memberatkan keluarga. Biaya pengobatan yang tidak sedikit, membuat saya bertambah panik. Beruntung sekali, saya menjadi peserta aktif JKN. Sehingga proses administrasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pun berjalan lancar tanpa kendala,” ungkapnya, Senin (16/03).

Ia mengungkapkan bahwa kesan pertama yang dirasakan saat mendapatkan pertolongan adalah keramahan petugas. Ia juga menyadari pentingnya menjadi peserta JKN, terlebih saat harus menjalani rawat inap selama enam hari akibat stroke.

Selama perawatan, tim medis memberikan penjelasan secara menyeluruh terkait kondisi yang dialami serta tindakan yang diberikan, mulai dari pemeriksaan laboratorium lengkap, CT scan, hingga pemeriksaan rutin. Ia meyakini bahwa biaya pengobatan tersebut tidaklah murah, namun seluruhnya dijamin oleh BPJS Kesehatan sehingga tidak ada biaya yang harus dikeluarkan.

“Alhamdulillah, semuanya dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan. Tidak ada satu pun kami harus mengeluarkan. Rasanya seperti beban berat di pundak yang langsung terangkat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kaki dan tangan sebelah kanan mengharuskannya menjalani fisioterapi secara rutin dua kali dalam seminggu. Ia juga sempat merasa khawatir terkait jaminan pembiayaan fisioterapi, namun akhirnya merasa lega karena layanan tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ia menyadari bahwa tanpa JKN, biaya pengobatan yang besar akan sulit ditanggung dan berpotensi menjadi beban bagi keluarganya.

“Sehat itu mahal maka harus saya upayakan. Awalnya sempat khawatir, apakah fisioterapi dijamin oleh BPJS Kesehatan?. Ternyata dijamin dan saya merasa sangat bersyukur. Tanpa JKN, mungkin saya sulit mempertahankan semangat untuk pulih. Biaya yang begitu besar tidak mungkin dapat saya tanggung dan akan memberatkan keluarga,” terangnya.

Setiap minggu, Suyono rutin mengikuti fisioterapi di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Perlahan, tangan kanannya mulai bisa digerakkan kembali.

“Tidak ada yang rumit jika kita mau mematuhi aturannya. Layanan JKN saat ini sangat memberikan kepuasan. Selanjutnya, kemampuan berbicara saya semakin membaik. Saya juga dapat berjalan tanpa bantuan walau masih pelan. Tim medis yang menangani saya selalu memberikan semangat. Tentunya sangat berdampak untuk proses pemulihan. Saya juga merasakan jauh lebih sehat. Pola hidup sehat dan rutin kontrol saya jalani dengan bahagia. Semua ini tidak lepas dari dukungan layanan JKN,” ceritanya.

Suyono pun membayangkan, bagaimana kondisinya tanpa memanfaatkan layanan JKN. Mungkin ia akan berhenti berobat karena terkendala biaya.

“Layanan JKN benar-benar memberikan kesempatan kedua untuk hidup. Melalui testimoni ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan. Program JKN bukan hanya memberikan jaminan kesehatan. Namun lebih dari itu, masyarakat yang berjuang dengan penyakitnya tidak perlu khawatir lagi. Bagi saya, JKN adalah bukti nyata. Akses kesehatan yang merata dapat mengubah hidup seseorang mendapatkan pelayanan yang sama. Terima kasih banyak BPJS Kesehatan, layanannya sangat memuaskan. Selain itu, Pemkab Bojonegoro telah selalu membantu keaktifan kepesertaan JKN saya,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *