BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Layanan JKN di Bojonegoro dan Tuban

Bojonegoro, News461 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara — BPJS Kesehatan mendorong percepatan layanan JKN di fasilitas kesehatan agar peserta dapat memperoleh pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan berkualitas. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Giyanto mengatakan salah satu fokus yang terus diperbaiki ialah memangkas waktu tunggu peserta, mulai dari proses pendaftaran hingga pengambilan obat di rumah sakit.

“Kami ingin Bojonegoro dan Tuban menjadi yang terdepan dalam layanan kesehatan. Saya ingin 45 menit orang masuk daftar sampai dapat obat untuk rawat jalan di rumah sakit. Kami yakin itu bisa,” ujar Wahyu saat kegiatan rekonsiliasi iuran dan evaluasi layanan JKN di Tuban, Rabu (7/5).

Wahyu menambahkan peningkatan layanan JKN membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), hingga organisasi perangkat daerah. Kolaborasi tersebut diperlukan agar peserta mendapat layanan yang lebih efektif dan terintegrasi.

Selain percepatan layanan, BPJS Kesehatan juga mendorong penerapan teknologi face recognition untuk proses check-in pasien di rumah sakit. Digitalisasi layanan tersebut diharapkan dapat memangkas antrean dan meningkatkan kenyamanan peserta JKN saat mengakses pelayanan kesehatan.

Menurut Wahyu, inovasi layanan menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan kesehatan. Namun, ia menegaskan BPJS Kesehatan tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh pihak.

“Kalau ada orang yang hebat, kita itu paling hebat, karena semua orang itu sama-sama hebatnya. BPJS bisa besar itu karena kolaborasi Bapak-Ibu semua,” ujar Wahyu.

BPJS Kesehatan juga memperkuat upaya promotif dan preventif melalui kerja sama dengan Koperasi Merah Putih. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat akan didorong mengikuti skrining kesehatan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini.

Peserta yang terindikasi memiliki gangguan kesehatan dapat menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan Program JKN. Wahyu juga mengajak masyarakat, khususnya perempuan, melakukan pemeriksaan kesehatan seperti pap smear agar penyakit dapat diketahui lebih awal.

“Kalau terdeteksi awal itu sehat enak, dan BPJS juga enak. Biayanya jadi rendah kalau orangnya sehat. Kalau orangnya sudah sakit tentunya biayanya juga semakin besar,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Roikan mengapresiasi sinergi yang dibangun bersama BPJS Kesehatan. Menurutnya, Program JKN membantu pemerintah daerah menjamin akses layanan kesehatan masyarakat, termasuk dalam mendukung capaian Universal Health Coverage (UHC).

“Dengan adanya BPJS dan kerja sama yang baik ini, maka layanan kesehatan kepada masyarakat insyaallah bisa terpenuhi di dua kabupaten ini,” ujar Roikan.

Pada akhir kegiatan, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan kepada sejumlah satuan kerja terbaik di Bojonegoro dan Tuban atas komitmen dalam pemenuhan kewajiban iuran JKN dan tertib administrasi. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi bagi instansi yang mendukung keberlangsungan Program JKN melalui kepatuhan administrasi dan pembayaran iuran secara rutin. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *