DKPP Ngawi Berkolaborasi Dengan UPT Pelatihan Pertanian Jawa Timur Gelar Pelatihan Permata

Daerah, News, Uncategorized1192 Dilihat

Ngawi, sidik nusantara – Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi bekerja sama dengan UPT Pelatihan Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan PERMATA (Pertanian Ramah Lingkungan untuk Masyarakat Tangguh dan Alamiah) dengan materi Pengolahan Hasil Pertanian. Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Makmur Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi.

“Pengolahan hasil pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga petani,” terangnya

Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Franky Ardian, menyampaikan bahwa adanya kegiatan bimtek permata ini merupakan kolaborasi antara UPT Pelatihan Pertanian DPKP Provinsi Jawa Timur dengan DKPP Kabupaten Ngawi. PERMATA merupakan program pelatihan singkat yang dirancang secara fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan serta usulan kelompok tani di daerah. Melalui program ini, tim pelatihan dari UPT Pelatihan Pertanian Jawa Timur turun langsung ke desa-desa untuk memberikan materi, praktik, dan bimbingan teknis kepada masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas transfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta. Selain itu selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai pengolahan hasil pertanian yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi.

“Kegiatan ini mendorong tumbuhnya kreativitas dan jiwa kewirausahaan di kalangan anggota kelompok wanita tani, dan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga, memperkuat kemandirian kelompok, serta mendorong berkembangnya usaha berbasis hasil pertanian di pedesaan,” jelasnya

Kolaborasi antara DKPP Kabupaten Ngawi dan UPT Pelatihan Pertanian DPKP Jawa Timur merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan sektor pertanian yang tangguh, berdaya saing, dan ramah lingkungan.

Franky Ardian berharap melalui bimtek tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilan wanita tani dalam mengolah hasil panen, terutama dari hasil pekarangan. Pada akhirnya, adanya peningkatan keterampilan tersebut akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan wanita tani, khususnya di Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. (Fir/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *