13 Tahun Dampingi Suami Berobat Jantung, Komariyah Rasakan Manfaat JKN

Bojonegoro, News33 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Tiga belas tahun bukan waktu yang singkat bagi Siti Komariyah (48) untuk setia mendampingi suaminya menjalani pengobatan penyakit jantung. Perjalanan itu bermula saat suaminya mengalami keluhan kesehatan berupa sesak napas dan kram.

Komariyah lalu membawa suaminya berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan ada gangguan pada jantung. Suaminya kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

“Setelah diperiksa dokter, suami saya diharuskan untuk rawat inap selama satu hari guna memulihkan kondisinya. Sejak saat itu, kunjungan rutin ke faskes menjadi awal kehidupan kami yang tidak terpisahkan. Setiap bulan, saya mendampingi suami untuk kontrol di fasilitas kesehatan, baik di tingkat pertama maupun lanjutan,” katanya saat ditemui di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (04/06).

Sejak saat itu, pengobatan rutin menjadi bagian dari kehidupan keluarga Komariyah. Ia bersyukur karena Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir membantu keluarganya. Selama 13 tahun, biaya pengobatan suaminya dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Menurut Komariyah, bantuan tersebut membuat keluarganya merasa lebih tenang. Ia tidak lagi terbebani biaya pengobatan yang besar, terutama karena penyakit jantung membutuhkan perawatan jangka panjang.

“Menjadi peserta JKN adalah anugerah keluarga kami. Seluruhnya alhamdulillah telah terdaftar menjadi pesertanya. Berobat di faskes tingkat pertama maupun lanjutan dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan. Menurut saya bantuan yang sangat besar, dari BPJS Kesehatan menjadi pengingat bahwa biaya pengobatan penyakit jantung tidaklah sedikit. Kami sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Kalau harus menanggung sendiri, mungkin kami tidak sanggup,” ujarnya.

Komariyah juga merasa mudah saat mengakses layanan kesehatan. Ia memilih Puskesmas Padangan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) karena lokasinya dekat dari rumah. Menurutnya, pelayanan di puskesmas tersebut berjalan baik dan membuat pasien merasa nyaman.

“Setiap bulan rutin berobat ke Puskesmas Padangan dan layanannya sangat memuaskan. Petugasnya ramah, proses administrasi tidak berbelit-belit, dan tidak ada perlakuan diskriminatif terhadap pasien. Pelayanan yang humanis ini membuat saya dan suami nyaman. Kami merasa tidak perlu lagi diliputi kekhawatiran berlebihan karena proses pelayanan berjalan lancar dan profesional,” katanya.

Selain BPJS Kesehatan, Komariyah juga berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ia menyebut iuran JKN keluarganya mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Bantuan itu ikut meringankan beban ekonomi keluarga.

“Terima kasih pada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Pemkab Bojonegoro. Suami saya dapat berobat dengan memanfaatkan layanan JKN. Saya juga merasa tenang karena Pemkab Bojonegoro memberikan bantuan untuk membayar iuran JKN setiap bulan. Ekonomi keluarga kami juga menjadi ringan di tengah kebutuhan pengobatan yang terus berlangsung dalam jangka panjang,” paparnya.

Bagi Komariyah, kerja sama BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberi manfaat nyata. Ia berharap layanan JKN terus berjalan dan semakin baik agar masyarakat tetap dapat memperoleh akses layanan kesehatan.

“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan juga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Semoga pelayanannya semakin baik dan terus membantu masyarakat. Semoga keberlangsungan layanan JKN akan selamanya dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *