Batu – Nusantara Bakal Punya gerbang Baru! DPRD Jatim Dorong Jalan Tembus Urai Macet Karangploso

BATU, Sidik Nusantara – DPRD Provinsi Jawa Timur mendorong pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan pariwisata di gerbang baru Nusantara.

Kemacetan parah di jalur Karangploso sampai Jalan Ir. Soekarno, Kota Batu, akhirnya jadi sorotan serius DPRD Provinsi Jawa Timur. Jalur ini dinilai jadi pintu masuk penting menuju “gerbang baru Nusantara” di Malang Raya, sehingga butuh solusi cepat.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Syaifudin Zuhri S.H.I, saat ditemui usai kegiatan sosialisasi.

“Ini kan gerbang baru Nusantara. Makanya wisata di kabupaten/kota harus kita dorong. Salah satunya lewat jalur transportasi,” kata anggota DPRD Jatim dari dapil Malang Raya Syaifudin Zuhri, S.H.I, saat ditemui, Jumat (17/7/2026) sore.

Titik Macet: Dari Blateri sampai Pakis Kembar

Menurutnya, puncak kemacetan bukan cuma di Karangploso. Titik rawan lainnya ada di Pertigaan Blateri, flyover Mundar, hingga Pakis Kembar dan Tasik Madu yang jadi akses masuk ke Kota Wisata Batu.

“Kalau ditanya puncaknya di mana, ya di Blateri itu, Kapas-kapas. Terus di flyover Mundar juga. Padat banget,” ujarnya, saat ditemui usai kegiatan sosialisasi Pariwisata DPRD Provinsi Jatim, di Seulawah Grand View Kota Batu.

Masalahnya makin rumit karena kanan-kiri jalan sudah padat rumah warga. Opsi pelebaran jalan jadi sulit dan butuh pembebasan lahan besar-besaran.

Wacana Jalan Tembus 3 Daerah: Pasuruan – Kab. Malang – Batu

Untuk mengurai kemacetan, DPRD Jatim mewacanakan pembangunan “jalan tembus” atau jalur alternatif baru. Proyek ini akan melibatkan 3 kepala daerah: Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan.

“Kemarin sudah diskusi sama Pak Wali Kota. Kebutuhan anggarannya besar karena harus bebaskan lahan. Ada 3 pemda yang terlibat. Harus ada kesamaan visi dan didorong intensif oleh eksekutif,” jelasnya.

Opsi lain yang mengemuka adalah pembangunan flyover di titik-titik tertentu. Tapi lagi-lagi terkendala lahan.

“Flyover di Mundar memungkinkan nggak? Bisa sih, tapi jalannya kecil. Kalau mau bikin flyover pasti harus pelebaran dulu. Padahal rumah warga sudah mepet semua,” tambahnya.

DPRD Jatim: Siap Dorong ke Pusat

Sebagai wakil rakyat Malang Raya, DPRD Jatim mengaku siap jadi jembatan komunikasi antar daerah dan mendorong percepatan proyek ini ke pemerintah provinsi maupun pusat.

“Kita dari provinsi, dari perwakilan Malang Raya, pasti akan mendorong. Karena ini menyangkut pariwisata dan mobilitas warga,” tegasnya.

Ia berharap ada pertemuan khusus antara para kepala daerah agar rencana jalan tembus ini tidak berhenti jadi wacana. Mengingat setiap liburan dan weekend, wisatawan yang datang ke Batu selalu terjebak macet berjam-jam.

Kini bola ada di tangan 3 kepala daerah. Mampukah “gerbang baru Nusantara” ini benar-benar dibuka tanpa kemacetan?

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *