Deklarasi di Tengah Api Unggun : SDN Songgokerto 03 Komitmen Bebas Bullying

Daerah, News, Pendidikan17 Dilihat

BATU, Sidik Nusantara – Di tengah udara dingin Songgoriti, Kota Batu, ratusan tenda berdiri rapi. Bukan wisatawan, melainkan siswa SDN Songgokerto 03 (Songthree, yang sedang menempa diri, Jumat (17/7/2026) malam, di pelataran sekolah.

Melalui kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa), sekolah ini tak hanya melatih kemandirian, tapi juga mendeklarasikan komitmen ; Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying.

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 6 ini berlangsung selama dua hari. Uniknya, siswa kelas 1 pun sudah berani bermalam di tenda, terpisah dari orang tua. Ini bagian dari proses pembentukan mental mandiri sejak dini.

“Anak kelas 1 kita latih mandiri. Berani pisah dari orang tua, berani tanggung jawab sama barangnya sendiri. Ini pondasi karakter,” tutur, Kepala SDN Songgokerto 03, Helmina Mauludiyah MPd.

3 Tujuan Sekaligus dalam 1 Kegiatan

Perjusa kali ini dikemas dengan multi-agenda.

1. Penutupan MPLS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.

2. Pelantikan Pramuka Penggalang Gugus 01.037 – 01.038.

3. Deklarasi Sekolah Aman – Puncak acara untuk menegaskan komitmen anti – perundungan.

Nilai- nilai, Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka jadi ruh utama. Siswa diajarkan gotong royong, disiplin, berani, dan saling menghargai. Harapannya, nilai itu jadi tameng agar budaya bullying tidak punya tempat di sekolah.

Sinergi Guru, Mahasiswa, dan Kwaran

Suksesnya acara ini berkat kolaborasi. Sejak Jumat sore, mahasiswa KKN-T Universitas Negeri Malang Angkatan 5, turun langsung membantu mendirikan tenda dan mendampingi siswa.

“Kakak-kakak KKN-T UM Angkatan 5 luar biasa. Mereka bahu – membahu agar adik-adik aman dan nyaman,” ucap guru senior ini, Helmina.

Dukungan juga datang dari Ketua Kwartir Ranting Kecamatan Batu, Hj. Wiwik, yang hadir sejak awal hingga menyalakan api unggun pada Jumat malam. Api unggun bukan sekadar simbol, tapi momentum refleksi tentang keberanian dan persaudaraan.

Apresiasi juga disampaikan kepada para pembina: Kak Sumarno, Kak Imam, dan seluruh guru SDN Songgokerto 03 yang bekerja tanpa lelah.

Investasi Karakter untuk Masa Depan. Bagi Helmina, Perjusa bukan sekadar perkemahan. Ini investasi karakter.

“Kami ingin siswa siap menghadapi tahun ajaran baru dengan mental kuat. Mandiri, percaya diri, dan saling menjaga. Bersama – sama kita wujudkan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas bullying,” tegasnya.

Dengan deklarasi ini, Songthree ini ingin jadi contoh: bahwa pendidikan karakter bisa dimulai dari tenda, api unggun, dan keberanian anak kelas 1 untuk tidur jauh dari rumah.

Penulis : Akasa Putra.

Editor : Akasa Putra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *