Sepuluh Tahun Berjuang Lawan Hipertensi, Nurul Tetap Andalkan JKN

Bojonegoro, News43 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Sepuluh tahun bukan waktu yang sebentar bagi Nurul Chotimah (33) untuk menjalani pengobatan hipertensi. Selama itu, ia tetap berusaha menjaga kesehatannya dan rutin memanfaatkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Nurul merupakan peserta aktif JKN yang rutin membayar iuran setiap bulan. Baginya, kewajiban itu penting karena JKN memberi perlindungan saat ia membutuhkan layanan kesehatan.

Hipertensi yang dialami Nurul bermula dari gangguan tidur yang cukup lama. Ia juga sempat mengalami kondisi mental yang mengganggu. Meski belum sempat memeriksakan diri ke psikolog, Nurul tetap menjalani pengobatan medis dan berusaha menjaga kondisi tubuhnya.

“Perjuangan saya selama 10 tahun harus berobat ke faskes, selalu mengandalkan layanan JKN. Perjalanan panjang sebagai pasien hipertensi, tidak menyurutkan langkah untuk memulihkan kondisi kesehatan. Saya bersyukur menjadi pesertanya dan sangat terbantu. Seluruh biaya pengobatan, baik pemeriksaan rutin, konsultasi dokter, hingga obat-obatan, sepenuhnya dijamin penuh oleh BPJS Kesehatan. Hal ini membuat saya bisa lebih fokus pada proses penyembuhan tanpa harus memikirkan beban biaya,” ungkap perempuan asal Kabupaten Bojonegoro ini saat ditemui, Senin (15/06).

Nurul merasa sangat terbantu selama menjalani pengobatan. Ia mengaku tidak mengalami kendala saat berobat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun rumah sakit rujukan. Ia juga memanfaatkan antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN. Fitur ini membuatnya tidak perlu datang terlalu awal hanya untuk mengambil nomor antrean.

“Alhamdulillah, saya tidak pernah mengalami kendala saat berobat, baik di FKTP maupun saat dirujuk ke rumah sakit. Saya juga tidak perlu lama mengantre karena memanfaatkan antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN. Sehingga saya tidak harus datang awal hanya untuk mengambil nomor antrean. Tinggal daftar lewat aplikasi, datang sesuai waktu, langsung dilayani. Sangat membantu, apalagi bagi saya yang harus rutin kontrol,” ungkapnya.

Bagi Nurul, kedisiplinan menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan. Ia berusaha mengikuti aturan layanan JKN. Ia juga mematuhi anjuran dokter agar kondisi kesehatannya tetap terkontrol.

“Tidak ada yang rumit selagi kita bisa saling memahami. Menurut saya, semua itu bukanlah beban, melainkan bagian dari ikhtiar untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Perjalanan panjang menghadapi hipertensi tentu bukan hal mudah. Dukungan dari keluarga dan layanan JKN membuat saya semakin ingin sehat,” tambahnya.

Nurul berharap pengalamannya dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Ia ingin peserta lain tidak ragu memanfaatkan layanan JKN. Menurutnya, JKN membantu peserta tetap tenang saat menghadapi masalah kesehatan jangka panjang.

“JKN sangat membantu saya selama ini. Saya menjadi merasa lebih tenang karena tidak perlu khawatir soal biaya. Harapan saya agar layanan JKN yang sudah baik ini bisa terus ditingkatkan. Selanjutnya masyarakat bisa semakin terbantu tanpa memikirkan biaya untuk berobat. Kisah saya ini menjadi bukti jika Program JKN memberikan jaminan biaya kesehatan yang nyata. Kehadirannya menjadikan rasa aman dan harapan bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi masalah kesehatan jangka panjang. Terima kasih BPJS Kesehatan,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *