Babat, sidik nusantara – Sinergi positif demi kemaslahatan umat resmi terjadi di Desa Plaosan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Plaosan 2 yang dikelola oleh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Anwar secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Kaffa Gemilang. Dalam kemitraan ini, BumDesa Kaffa Gemilang akan berperan sebagai pemasok utama bahan baku makanan untuk operasional dapur gratis tersebut.
Strategi Kolaborasi Berstandar BGN
Langkah kolaboratif ini disambut hangat oleh kedua belah pihak. Perwakilan dari SPPG 2 Plaosan, Burhanudin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam atas tercapainya kesepakatan ini. Menurutnya, memilih BumDesa Kaffa Gemilang sebagai mitra pemasok adalah langkah yang sangat tepat.
“Kami sangat berterima kasih atas adanya kerja sama dengan BumDes Kaffa Gemilang Desa Plaosan sebagai pemasok bahan makan. Terlebih lagi, BumDesa Plaosan juga telah resmi terdaftar sebagai Distributor bahan baku MBG di Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga kualitas dan standar bahan baku yang dipasok sudah tidak perlu diragukan lagi,” ujar Burhanudin.
Mendorong Kemandirian dan PAD Desa
Di sisi lain, Direktur BumDes Kaffa Gemilang, Iwan Mardianto, menyambut baik kepercayaan yang diberikan oleh pihak yayasan. Ia menilai kerja sama ini tidak hanya sekedar transaksi bisnis, melainkan memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas bagi masyarakat desa.
Iwan berharap, keterlibatan BumDesa dalam menyediakan kebutuhan Dapur Makan Gratis ini dapat menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian desa.
Harapan kami, dengan adanya kemitraan strategis ini, BumDesa Kaffa Gemilang dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) Plaosan,” ungkap Iwan optimis.
Dengan adanya sinergi antara lembaga keagamaan seperti Yayasan Ponpes Nurul Anwar dan lembaga ekonomi desa seperti BumDesa Kaffa Gemilang, diharapkan program sosial Dapur Makan Gratis ini dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus membawa berkah bagi kesejahteraan masyarakat Desa Plaosan secara keseluruhan. (Wan/Red)








