Bojonegoro, sidik nusantara – Pukul tiga dini hari, ketika suasana masih gelap, Watik Handayani tiba di Puskesmas Gayam. Perempuan berusia 30 tahun itu segera disambut oleh bidan yang sedang berjaga dan mendapatkan pertolongan yang dibutuhkannya.
Bagi Watik, kesiapsiagaan tenaga kesehatan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan dalam perjalanan kehamilan hingga persalinannya. Warga Desa Ringin Tunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, itu merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merasakan langsung manfaat layanan kesehatan di Puskesmas Gayam.
Sejak awal kehamilan, Watik rutin memeriksakan kondisi dirinya dan janin yang dikandungnya. Selama sembilan bulan, ia berupaya memastikan perkembangan janinnya tetap terpantau. Untuk memperoleh layanan secara lebih praktis, Watik juga memanfaatkan fitur antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN.
“Bersyukur sekali kami sekeluarga menjadi peserta JKN. Berobat ke faskes sudah tidak perlu antre lama. Antrean online menjadi pilihan utama melalui Aplikasi Mobile JKN. Fitur ini sangat membantu karena menghemat waktu. Proses pendaftaran menjadi lebih praktis tanpa harus menunggu lama,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Gayam, Jumat (5/6).
Kemudahan tersebut membuat Watik dapat mengatur waktu pemeriksaan dengan lebih baik. Setiap berkunjung ke Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), ia mengaku mendapatkan layanan yang ramah dari tenaga kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara rutin untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan janin.
“Pemeriksaan rutin selama kehamilan ini termasuk ultrasonografi (USG). Tujuannya agar perkembangan janin berjalan dengan baik. Pelayanan di puskesmas yang ramah membuat saya puas. Pemeriksaan di laboratorium pun juga dilakukan guna memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh. Misalnya saja, kadar darah dan indikator kesehatan lainnya. Dari hasil pemeriksaan tersebut, saya mendapatkan suplemen berupa vitamin MMN dan kalsium untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan,” jelasnya.
Tidak hanya kelengkapan pemeriksaan, kesigapan petugas juga memberikan ketenangan bagi Watik. Pengalaman datang ke puskesmas pada dini hari membuatnya semakin yakin bahwa petugas tetap siaga ketika ia membutuhkan pertolongan.
“Dini hari saat saya datang ke puskesmas, Bu bidan sudah berjaga dan sigap memberikan pelayanan. Meskipun saat itu masih dalam suasana gelap, saya merasa sangat terbantu. Selanjutnya, sikap ramah yang ditunjukkan petugas membuat saya tenang dan nyaman. Selain itu, saya juga tidak mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan peserta lainnya. Semua diperlakukan sama tanpa diskriminasi,” jelasnya.
Pendampingan yang diterima sejak masa kehamilan hingga persalinan meninggalkan kesan positif bagi Watik. Menurutnya, kemudahan akses melalui Aplikasi Mobile JKN, kelengkapan layanan kesehatan, serta respons cepat petugas telah memberikan rasa aman bagi dirinya dan keluarga.
Dengan apa yang dirasakan oleh Watik, ia mengucapkan terima kasih pada Puskesmas Gayam yang sudah memberikan pelayanan dengan baik. Kemudahan akses melalui aplikasi, kelengkapan layanan medis, serta sikap tenaga kesehatan yang responsif membuatnya merasa sangat puas.
“Biaya persalinan pun gratis dan tidak ada tambahan biaya lainnya. Semoga ke depannya, pelayanan JKN semakin baik, terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Kehadiran Program JKN sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan berkualitas. Masyarakat pun dapat memanfaatkan layanan JKN dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku. Terima kasih banyak, BPJS Kesehatan,” tutupnya. (Red)













