Tuban, sidik nusantara – Mengetahui kondisi kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, BPJS Kesehatan melakukan skrining riwayat kesehatan bagi siswa Sekolah Rakyat di Tuban dan Bojonegoro sebagai upaya mendeteksi potensi risiko kesehatan sekaligus mendorong kesadaran menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 36 Bojonegoro, Jumat (8/5). Skrining dilakukan melalui pemeriksaan riwayat kesehatan, pengukuran tinggi badan, berat badan, serta pemeriksaan awal terhadap keluhan kesehatan yang dialami siswa.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Giyanto mengatakan skrining kesehatan menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa sehingga potensi gangguan kesehatan dapat ditemukan lebih cepat. Dengan demikian, siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih optimal dan sekolah dapat melakukan tindak lanjut apabila diperlukan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat. Skrining ini bukan hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga langkah awal untuk membangun kesadaran sejak dini bahwa kesehatan adalah modal utama dalam meraih masa depan. Tujuan kami cuma satu, bagaimana bisa berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya bagaimana mencerdaskan anak-anak muda, generasi-generasi emas. Kemudian yang kedua, bagaimana menyehatkan masyarakat,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan, BPJS Kesehatan terus mendorong upaya promotif dan preventif melalui Program JKN agar masyarakat, termasuk anak usia sekolah, dapat memperoleh akses kesehatan yang mudah dan setara. Menurutnya, menjaga kesehatan sejak dini merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas generasi mendatang.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban, Vera Khairun Nissa mengatakan kegiatan skrining memberikan manfaat bagi siswa maupun sekolah. Melalui pemeriksaan tersebut, siswa dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan mulai membangun kebiasaan menjaga kesehatan diri.
“Menurut saya kegiatan skrining tadi sangat bermanfaat bagi siswa dan sekolah. Bagi siswa sendiri, kegiatan ini bisa memberikan informasi terkait perkembangan kesehatan mereka masing-masing sehingga bisa terus menjaga kesehatan diri sendiri,” ujarnya.
Vera menambahkan, hasil skrining dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk melakukan tindak lanjut apabila terdapat siswa yang membutuhkan perhatian kesehatan lebih lanjut. Ia berharap layanan Program JKN terus berkembang sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan ketika membutuhkan.
“Saya berharap Jaminan Kesehatan Nasional dan BPJS Kesehatan dapat terus meningkatkan pelayanan kesehatannya dengan baik, terutama pada kondisi di mana masyarakat benar-benar membutuhkan penggunaan layanan BPJS dengan mudah dan cepat,” ungkapnya. (Red)








