Penghasilan Tak Menentu Bukan Halangan, Sukma Rutin Menabung untuk Iuran JKN

Bojonegoro, News1087 Dilihat

Bojonegoro, sidik nusantara – Penghasilan yang tidak selalu tetap setiap bulan tidak menjadi alasan bagi Rita Sukma Andrianti (24), warga Desa Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, untuk mengabaikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia memilih menyisihkan sebagian penghasilannya secara rutin melalui Program NADI (Menabung Demi Iuran JKN) agar pembayaran iuran tetap berjalan lancar.

Bagi Sukma, menabung sedikit demi sedikit menjadi cara sederhana untuk mempersiapkan pembayaran iuran JKN setiap bulan. Ia tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar, karena yang terpenting adalah konsistensi dan kedisiplinan.

“Saya berusaha menabung sedikit demi sedikit agar saldo tabungan terus bertambah. Dengan begitu, saat jadwal pembayaran iuran JKN tiba, saya tidak perlu khawatir lagi karena dananya sudah tersedia,” ujar ibu satu anak ini saat ditemui, Selasa (05/08).

Sukma mengaku bersyukur karena hingga saat ini kepesertaan JKN miliknya tetap aktif dan tidak pernah mengalami tunggakan iuran. Selain kebiasaan menabung, ia juga memanfaatkan fitur autodebit untuk membantu pembayaran iuran secara rutin.

“Harapannya sehat selalu. Namun jika terjadi sakit, maka sudah tidak perlu khawatir lagi. Dengan adanya autodebit, pembayaran iuran dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan sehingga lebih praktis dan mengurangi risiko terlambat membayar,” katanya.

Menurut Sukma, NADI JKN menjadi solusi yang membantu, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan harian atau tidak menentu. Dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit setiap menerima pendapatan, kewajiban pembayaran iuran terasa lebih ringan.

“Menurut saya, NADI JKN bisa menjadi solusi yang sangat membantu, terutama bagi orang-orang yang penghasilannya harian atau tidak pasti. Menabung sedikit demi sedikit terasa lebih ringan dibandingkan harus menyiapkan seluruh iuran sekaligus ketika waktunya membayar. Yang paling penting adalah niat,” tambahnya.

Selain menjaga pembayaran iuran, Sukma juga mengingatkan peserta untuk rutin mengecek status kepesertaan JKN. Menurutnya, berbagai kanal layanan seperti Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Aplikasi Mobile JKN, dan Care Center 165 dapat dimanfaatkan peserta untuk memperoleh informasi dengan lebih mudah.

“Dengan menjaga kepesertaan JKN tetap aktif, berarti kita memastikan perlindungan kesehatan selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit atau membutuhkan layanan kesehatan, jadi lebih baik mempersiapkannya sejak sekarang,” ungkap Sukma.

Sebagai peserta JKN, Sukma mengaku terbantu dengan berbagai inovasi layanan yang dikembangkan BPJS Kesehatan. Ia berharap kemudahan tersebut terus ditingkatkan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga kepesertaan tetap aktif.

“Saya berharap layanan BPJS Kesehatan ke depan semakin mudah, cepat, dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menghadirkan program JKN dan berbagai inovasi layanan yang sangat membantu peserta seperti saya. Semoga BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia,” tutup Sukma. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *