Bojonegoro, sidik nusantara – Petugas Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit memiliki peran penting dalam membantu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memperoleh informasi, menyelesaikan kendala pelayanan, serta mendapatkan kepastian selama menjalani proses pengobatan. Penguatan peran PIPP terus dilakukan agar pelayanan kepada peserta semakin mudah, cepat, responsif, dan humanis.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro menegaskan bahwa PIPP menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pelayanan yang baik bagi peserta JKN. Melalui fungsi tersebut, petugas PIPP tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menjadi penghubung antara peserta, rumah sakit, dan BPJS Kesehatan ketika terdapat kendala selama proses pelayanan kesehatan.
“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan bahwa fungsi PIPP di setiap rumah sakit berjalan optimal. Tidak hanya sebagai pusat informasi dan penanganan pengaduan, tetapi juga sebagai penghubung yang mampu menghadirkan pengalaman layanan yang baik bagi peserta. Service Excellent harus menjadi budaya kerja yang terus dikembangkan agar peserta merasa dilayani dengan baik, dihargai, dan mendapatkan kepastian atas kebutuhan informasinya,” ujarnya, Sabtu (25/07).
Ia menjelaskan bahwa penguatan pelayanan PIPP dilakukan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi PIPP Rumah Sakit serta pembahasan Service Excellent. Kegiatan tersebut menjadi sarana evaluasi untuk melihat pelaksanaan layanan informasi dan pengaduan sekaligus memperkuat koordinasi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mantan Bupati Bojonegoro selama dua periode, Suyoto yang telah berbagi pengalaman mengenai pentingnya pelayanan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kang Yoto atas inspirasi serta penguatan yang diberikan kepada seluruh peserta. Pandangan beliau mengingatkan kita bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang prosedur dan administrasi, tetapi juga tentang empati, kepedulian, dan kemampuan menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Yoto menyampaikan bahwa petugas PIPP memiliki peran lebih dari sekadar memberikan informasi. Menurutnya, petugas PIPP menjadi bagian penting dalam menghadirkan ketenangan bagi pasien dan keluarga yang sedang menghadapi kondisi kesehatan yang tidak mudah.
“PIPP adalah penjaga harapan di tengah rasa sakit manusia. Tidak ada orang yang datang ke rumah sakit karena hidupnya sedang baik-baik saja. Mereka datang karena sakit. Mereka datang karena takut. Mereka datang karena kehilangan. Mereka datang karena berharap,” ungkap Kang Yoto.
Ia menjelaskan bahwa setiap peserta yang datang ke rumah sakit membawa cerita dan beban yang berbeda. Karena itu, pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan empati, kesabaran, dan kemauan untuk mendengarkan.
Menurutnya, hal sederhana seperti senyuman, sapaan yang ramah, serta penyampaian informasi yang jelas dapat memberikan ketenangan bagi peserta dan keluarganya. Sikap tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. (Red)








