JEMBER, Sidik Nusantara – Ikatan Keluarga Alumni Politeknik Negeri Jember (IKAPJ) memberikan santunan kepada 448 anak yatim, kaum dhuafa, dan penerima program Bidik Santri sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan bertajuk “Berbagi Kasih, Menebar Kebahagiaan” ini digelar di Masjid Raya Al Istiqamah Politeknik Negeri Jember (Polije) pada Jumat (28/8/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Polije, civitas akademika, Dharma Wanita Persatuan Polije, para alumni, hingga warga sekitar.
Ketua IKAPJ, Ir. H. Slamet Sulistiyono, S.P., M.Tr.P., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa santunan ini merupakan wujud kepedulian organisasi alumni terhadap masyarakat, terutama bagi anak yatim dan kelompok dhuafa. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan dhuafa. Mudah-mudahan apa yang kami berikan dapat memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi semuanya,” kata Slamet.
Selain menjadi bagian dari peringatan kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi antara keluarga besar alumni, civitas akademika Polije, dan masyarakat.
Wakil Direktur I Polije, Ir. Surateno, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi langkah IKAPJ menggelar kegiatan tersebut. Ia mengingatkan agar peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan juga momentum untuk memahami dan mengamalkan pesan dakwah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini bagian dari peringatan Maulid Nabi. Tidak hanya seremoninya, tetapi lebih dari itu bagaimana kita sampai pada apa yang menjadi dakwahnya Kanjeng Nabi SAW,” ujar Surateno.
Ia turut mengapresiasi IKAPJ yang memadukan peringatan Maulid Nabi dengan aksi sosial berupa santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
Kegiatan diawali dengan salat Ashar berjamaah yang dilanjutkan dengan dzikir bersama. Acara resmi dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan tawassul dan Al-Fatihah.
Rangkaian berikutnya diisi dengan pengajian kitab Ar-Risalatul Jamiah yang disampaikan oleh Habib Nizar bin Husni Al Aydrus, menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan tersebut.
Suasana semakin khidmat saat memasuki sesi Mahallul Qiyam, yang bersamaan dengan penyerahan santunan kepada 448 anak yatim, dhuafa, dan penerima program Bidik Santri. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan berupa uang tunai dan paket konsumsi.
Salah satu penerima santunan, Nafila, mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya bisa mengikuti kegiatan ini.
“Terima kasih kepada IKAPJ atas santunannya. Saya senang bisa ikut kegiatan Maulid Nabi dan mendapat perhatian dari IKAPJ,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, IKAPJ menegaskan komitmennya untuk terus menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata lewat program-program sosial. Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai peringatan kelahiran Rasulullah, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama. (Git)








