Madiun, sidik nusantara – Gunungan Jaler dan Estri yang dihiasi beragam hasil bumi dikira menyusuri sejumlah ruas jalan kota, Selasa (25/8/2026).
Kirab yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Maulid tersebut dimulai dari Masjid Kuno Taman. Sekitar 1.150 peserta mengikuti prosesi dengan berjalan kaki menuju Alun-Alun Kota Madiun.
Rute kirab meliputi Jalan Kemiri, Jalan Wuni, Jalan Kenari, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Dr. Soetomo, Jalan Jawa, hingga Jalan Pahlawan dan berakhir di Alun-Alun Kota Madiun. Setibanya di alun-alun, prosesi dilanjutkan dengan pengumandangan gamelan sekaten.
Salah satu daya tarik utama dalam kirab tersebut adalah Gunungan Jaler dan Estri. Gunungan berbentuk menyerupai kerucut itu disusun dari beragam hasil bumi dan menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki serta hasil bumi.
Dalam rangkaian Grebeg Maulid, turut dilakukan penyerahan paket sembako dan buceng pisusung kepada perwakilan warga dari setiap kelurahan.
Usai prosesi, Gunungan Jaler dan Estri kemudian diperebutkan oleh masyarakat. Tradisi tersebut diyakini menjadi salah satu bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus harapan masyarakat untuk memperoleh keberkahan.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, prosesi kirab Gunungan Jaler dan Estri digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum melestarikan tradisi dan budaya lokal.
Pemerintah Kota Madiun berharap Grebeg Maulid tidak hanya menjadi bagian dari peringatan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi sarana pelestarian budaya dan semakin dikenal sebagai salah satu ikon budaya serta wisata Kota Madiun.
Dengan kembali digelarnya tradisi ini, masyarakat diharapkan turut menjaga dan meneruskan warisan budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat pungkasnya. (Miko/Red)








